Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Nasib Pilkada Pati Menanti “Surat Sakti” dari PDIP



Reporter:    /  @ 13:30:34  /  20 September 2016

    Print       Email
Haryanto (tiga dari kanan) disambut puluhan kader Gerindra dalam acara penyerahan rekomendasi beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Haryanto (tiga dari kanan) disambut puluhan kader Gerindra dalam acara penyerahan rekomendasi beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kepastian Pilkada Pati apakah diikuti calon tunggal atau tidak, ditentukan “surat sakti” dari PDIP yang rencananya akan diserahkan Selasa (20/09/2016) malam ini. Hanya PDIP yang dinilai mampu membuka peluang adanya dua calon yang saling head to head pada pentas politik di Pati, 15 Februari 2017 mendatang.

Menurut Haryanto, surat rekomendasi dari PDIP sudah lama turun dengan nama yang diusung adalah Haryanto dan Saiful Arifin. Bahkan, keduanya juga sudah mengikuti sekolah partai PDIP yang diadakan di Bogor, tak lama ini.

Sekolah partai PDIP disebut-sebut khusus untuk para bakal calon bupati dan wakil bupati yang akan melaju pada pilkada serentak 2017. Hal itu yang membuat Haryanto yakin bila rekomendasi dari PDIP sudah turun, lantaran keduanya diundang dan hadir dalam sekolah politik PDIP.

Beda halnya dengan pandangan Pengamat Politik Universitas Diponegoro Hakim Alif Nugroho. Dia berpendapat, politik tidak bisa dirumuskan seperti Matematika. Bisa jadi, kata Hakim, PDIP bermanuver, sehingga tebakan dari para pihak bisa saja meleset.

“PDIP mengusung siapa, surat sakti bernama rekomendasi itu harus diserahkan secara resmi. Selama rekomendasi belum diserahkan secara formal, itu belum bisa dipastikan. Karena itu, rekomendasi dari PDIP malam ini sangat menentukan nasib pilkada apakah nanti calon tunggal atau tidak,” kata Hakim.

Selain PDIP, Nasdem juga disebut-sebut sebagai penentu. Bila Nasdem sepakat untuk mengusung Haryanto-Arifin, Pilkada Pati dipastikan diikuti calon tunggal. Pasalnya, Nasdem memiliki empat kursi dan PDIP punya delapan kursi.

Kedua parpol tersebut tidak bisa berdiri sendiri. Pilihannya hanya ada dua, yakni ikut mengusung Haryanto-Arifin atau membangun kekuatan baru dengan koalisi dan mengusung paslon lain. “Ini hanya spekulasi-spekulasi dari saya pribadi. Yang jelas, surat sakti berupa rekomendasi dari PDIP sangat menentukan arah politik pada Pilkada Pati 2017 nanti,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Jepara Dapat Jatah Rehab RTLH Dari Pemprov Sebanyak 568 Unit

Selengkapnya →