Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Mahfud MD: Umat Islam Harus Bersatu, Ormas Silakan Beda



Reporter:    /  @ 10:54:48  /  20 September 2016

    Print       Email
md

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD saat menjadi pembicara di Jepara, Senin malam. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

MuriaNewsCom, Jepara – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengatakan, umat Islam di Indonesia harus bersatu untuk memajukan bangsa. Meski begitu, ia juga menegaskan bahwa secara organisasi kemasyarakatan, tetap harus berbeda-beda.

“Umat Islam di Indonesia adalah mayoritas, sehingga harus bersatu untuk kemajuan Indonesia. Kalau organisasi masyarakatnya tidak mungkin bersatu, yang terpenting adalah tahu posisinya dan saling melengkapi. Kalau hanya satu, tidak bagus,” ujar Mahfud MD usai mengisi acara saraseham Keluarga Alumni Himpunan Mahasiswa Indonesia (Kahmi) di Pendapa Kabupaten Jepara, Senin (19/9/2016) malam.

Mahfudz mengapresiasi upaya Kahmi yang ingin menyatukan umat Islam Indonesia dari Jepara ini dengan melakukan pertemuan, sinergitas dan kerjasama ormas Islam terbesar yakni Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Ia memandang itu sebagai langkah yang tepat. “Penyatuan umat Islam ini juga harus sampai di tingkat paling bawah, dan paling atas. Kalau umat Islam bersatu, maka Indonesia akan maju dengan sendirinya,” terangnya.

Menurutnya, persatuan umat Islam sebagai umat mayoritas harus juga disertai toleransi, dan prinsip saling menghargai dan menghormati. “Kalau tidak begitu akan muncul radikalisme,” katanya.

Ia menilai, selama ini penyakitnya bangsa Indonesia ini, khususnya umat Islam adalah tidak bersatu. Sehingga kepemimpinan yang muncul banyak dari hasil transaksi-transaksi dari cukong-cukong. Dari situ akhirnya muncul ketidakadilan.

“Musuh dan masalah terbesar bangsa ini adalah ketidakadilan. Misalnya, sektor minyak di Indonesia yang dikuasai asing. Sebetulnya tidak masalah dalam perdagangan dengan negara lain, tetapi ada ketidakadilan dalam hal keuntungan,” terangnya.

Ia menjelaskan, banyak sekali minyak dari hasil bumi Indonesia yang dijual mentah ke negara lain dengan harga murah. Kemudian negara itu menjual kembali ke Indonesia dengan harga tinggi setelah diolah. Bagi Mahfudz, itu merupakan ketidakadilan.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →