Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Pertamax dan Pertalite Laris, Pengecer Bakal Dilarang Jual Premium



   /  @ 08:22:07  /  20 September 2016

    Print       Email

Warga membeli BBM jenis pertamax di SPBU Bulu, Jepara Kota, Kabupaten Jepara, Senin. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

MuriaNewsCom, Jepara – Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi di Kabupaten Jepara diklaim laris manis. Dari catatan pihak pengelola SPBU, penjualan meningkat hingga 50 persen.

“Kondisi berbeda dialami BBM bersubsidi yakni jenis premium yang semakin menurun. Jika sebelumnya dalam sepekan mampu menjual 16 ribu liter premium, kali ini hanya mampu menjual 8 ribu liter saja,” ujar koordinator pengelola SPBU di Kabupaten Jepara, Winarso kepada MuriaNewsCom, Senin (19/9/2016).

Menurutnya, sebanyak 21 SPBU yang ada di Jepara, saat ini sudah mengurangi nozzle premium. Itu lantaran, permintaan BBM jenis premium mulai ada penurunan. Rata-rata setiap SPBU tinggal mengoperasikan dua nozzle premium saja.

“Untuk nozzle BBM jenis pertamax dan pertalite ditambah. Itu bisa dilihat dan dapat diartikan kalau masyarakat memang semakin banyak yang memilih BBM nonsubsidi,” terangnya.

Lebih lanjut Winarso mengemukakan, saat ini konsumsi pertamax setiap pekan di setiap SPBU di Jepara rata-rata mencapai 24 ribu liter. Sementara, konsumsi pertalite mencapai 16 ribu liter setiap pekan.

Dia menambahkan bahwa pertamina mulai mensosialisasikan program premium dry. Nantinya para penjual ecer dilarang menjual BBM premium. Layanan penjualan BBM bersubsidi itu tidak boleh menggunakan delijen.

“Tapi kami masih menunggu persetujuan dari Pemkab Jepara. Kami akan menghadap Pemkab Jepara untuk membahas hal itu,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Wabup Pati Sidak di Dinas Pertanian, Ini Temuannya

Selengkapnya →