Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Terkait Munculnya Sendang Berair Biru, Kades Banjarejo : Mimpi di Pengunungan Dieng Akhirnya Terwujud



Reporter:    /  @ 17:30:24  /  19 September 2016

    Print       Email
Kades Banjarejo Ahmad Taufik menunjukkan sendang yang airnya berwarna kebiru-biruan (kiri) Ahmad Taufik saat beriwsata di Telaga Warna Dieng ketika menghadiri acara Dieng Festival Culture 2016. (kanan). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kades Banjarejo Ahmad Taufik menunjukkan sendang yang airnya berwarna kebiru-biruan (kiri) Ahmad Taufik saat beriwsata di Telaga Warna Dieng ketika menghadiri acara Dieng Festival Culture 2016. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Sekitar sebulan sebelum munculnya sendang yang airnya berwarna kebiru-biruan, Kades Banjarejo Ahmad Taufik ternyata sudah mendapat firasat. Pada suatu malam, ketika menginap di kawasan Dieng, Wonosobo, dia sempat bermimpi. Yakni, berenang di sebuah sendang indah yang berada di desanya.

Namun, mimpi itu ia abaikan dan tidak diceritakan pada rekan-rekannya satu rombongan yang berwisata di kawasan Dieng. Sebab, dia merasa terbawa suasana ketika siang harinya sempat menikmati pesona Telaga Warna di kawasan Dieng, sehingga larut terbawa mimpi.

“Jadi, pada awal Agustus kemarin, saya memang sempat menghadiri acara Dieng Festival Culture 2016. Saat itu, saya dan rombongan memang sempat mengagumi keindahan Telaga Warna. Waktu itu, saya juga sempat membayangkan seandainya di Desa Banjarejo ada telaga indah seperti itu. Ketika di desa ini akhirnya muncul sendang saya jadi teringat mimpi itu,” kata Taufik.

Taufik menyatakan, munculnya sendang dengan air berwana biru di desanya dinilai sebuah fenomena yang menakjubkan dan tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Sebab, wilayah Desa Banjarejo termasuk daerah tandus dan sulit mendapatkan air saat kemarau datang.

“Saya pikir, di Banjarejo hanya kaya dengan benda cagar budaya dan purbakala. Ternyata juga potensi alam yang terpendam di dalamnya. Saya tidak tahu, ke depan akan ada apa lagi yang akan dimunculkan dari bumi Banjarejo ini,” sambungnya.

Seperti diketahui, sendang tersebut muncul dari proses pelebaran mata air yang sebelumnya sudah di areal sawah di sebelah selatan Dusun Peting. Mata air sebelumnya ukurannya hanya 2 x 2 meter dengan kedalaman 2,5 meter. Pelebaran dilakukan agar bisa menampung lebih banyak air khususnya untuk menghadapi musim kemarau.

Proyek pelebaran mata air yang berada di sawah milik Karno (30), dimulai Jumat (16/9/2016). Untuk mempercepat pekerjaan, pelebaran mata air dilakukan menggunakan dua alat berat jenis backhoe.

Selama sehari penuh, komplek mata air berhasil diperlebar dengan ukuran 4 x 8 meter membujur dari arah barat ke timur. Selain diperluas, kedalamannya juga ditambah jadi 5 meter.

Keesokan harinya, Sabtu (17/9/2016), baru terjadi kehebohan. Hal ini terjadi setelah kolam yang diperlebar itu terisi air yang warnanya kebiru-biruan.

“Mata air yang di Dusun Peting tersebut sudah ada sejak zaman nenek moyang. Selama ini, mata air disitu tidak pernah berhenti mengeluarkan air kendati pada puncak musim kemarau,” imbuh Taufik.

Baca juga : Warga Banjarejo Grobogan Dihebohkan dengan Munculnya Sendang yang Airnya Berwarna Biru

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Asyiknya Nge-Jazz Sambil Berkubang Lumpur

Selengkapnya →