Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Ini Cara Sakral Penjamasan Pusaka Sunan Kudus



Reporter:    /  @ 17:00:41  /  19 September 2016

    Print       Email
Petugas penjamasan melaksanakan tugasnya di halaman Masjid Menara Kudus, Senin. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Petugas penjamasan melaksanakan tugasnya di halaman Masjid Menara Kudus, Senin. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Proses Penjamasan Pusaka Kanjeng Sunan Kudus, merupakan kegiatan merawat pusaka. Dalam menjamas, ada beberapa tahapan yang dilakukan sebelum akhirnya pusaka dikembalikan ke tempat semula.

Ketua Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK) Nadjib Hasan mengatakan, ritual penjamasan diawali dengan ritual keagamaan dan doa bersama yang dipimpin ulama sesepuh di Kudus. Selanjutnya, keris disiram “banyu landa” atau air rendaman merang ketan hitam hingga tiga kali.

Langkah selanjutnya, keris dibersihkan menggunakan air jeruk nipis dan kemudian dikeringkan dengan cara dijemur di atas sekam ketan hitam. “ Itu dilakukan oleh ahli penjamasan,” kata Najib.

Usai pengeringan, keris kembali dimasukkan ke dalam air rendaman merang ketan hitam, kemudian dijemur hingga kering. Selanjutnya, keris dikembalikan ke tempat semula yakni berada di atap bangunan tajug yang disediakan tempat khusus untuk penyimpanannya dengan diiringi bacaan selawat.

Penjamasan berikutnya, yakni dua mata tombak peninggalan Sunan Kudus. Air jeruk nipis dipercaya dapat mencegah karat pada benda pusaka yang berumur ratusan tahun itu.

Sementara dua tombak, dikembalikan di tempatnya semula di dekat mimbar imam masjid. Seperti tahun-tahun sebelumnya, pelaksanaan penjamasan berlangsung di kompleks Makam dan Masjid Menara. Dalam penjamasan tersebut, juga dilakukan tahlilan serta doa.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →