Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Warung Dihancurkan Oknum PNS, Perempuan Asal Semirejo Pati Kehilangan Pekerjaan



Reporter:    /  @ 20:15:51  /  17 September 2016

    Print       Email
Kondisi bangunan warung makan Astuti yang hanya tinggal puing-puing dan digaris polisi. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kondisi bangunan warung makan Astuti yang hanya tinggal puing-puing dan digaris polisi. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sudah jatuh, tertimpa tangga. Begitulah nasib Sri Astuti (44), warga Desa Semirejo RT 2 RW 7, Kecamatan Gembong, Pati. Di saat suaminya sakit-sakitan, warung makan miliknya dibongkar paksa oknum pegawai negeri sipil (PNS) yang bekerja di Dinas Pendidikan Kabupaten Pati.

Pembongkaran bukan karena ada pelanggaran yang dilakukan Astuti. Sebab, waktu sewa lahan yang digunakan sebagai warung makan belum habis. Namun, oknum PNS yang merupakan anak dari pemilik lahan ingin warungnya segera dibongkar.

Tanpa ada persetujuan, oknum PNS berinisial H yang merupakan pejabat di Dinas Pendidikan Pati membongkar warung milik Astuti. Tak sekadar membongkar, semua barang dagangan Astuti juga disembunyikan.

Tak lama setelah pembongkaran, suami Astuti meninggal dunia pada 2 September 2016. Padahal, Astuti memiliki dua orang anak. Satu anak hampir menyelesaikan studinya di sebuah perguruan tinggi, sedangkan satu anaknya lagi baru masuk SMA.

Sementara, warung makan yang menjadi satu-satunya harapan Astuti untuk mengais rezeki sudah dibongkar, kendati masa sewa belum habis. Wajah Astuti tampak pucat dan bingung. Begitulah kondisi Astuti ketika MuriaNewsCom menyambangi rumahnya, Sabtu (17/09/2016).

“Saat dibongkar, warung itu masih lengkap. Ada barang dagangan dan peralatan seperti kulkas, kompor gas, dan perabotan lainnya. Sekarang sudah tidak ada. Bangunan warung juga sudah rata dengan tanah. Saya bingung. Itu satu-satunya harapan untuk mencari nafkah. Suami saya sudah tiada,” ungkap Astuti, sembari meneteskan air mata mengenang mendiang suaminya.

Pascaperusakan warung makan, tiga orang ditetapkan polisi sebagai tersangka. Ketiga pelaku adalah anak dari pemilik tanah yang menyewakan lahannya kepada Astuti. Mereka dikenakan pasal berlapis, karena merusak barang sekaligus dianggap mencuri barang-barang dagangan Astuti.

Kini, Astuti hanya bisa pasrah dan menyerahkan semuanya kepada polisi. Dia berharap, pelaku diberikan ganjaran seadil-adilnya. “Saya sudah serahkan sepenuhnya kepada polisi. Saya percaya pada polisi,” ucap Astuti.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →