Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

3 Desa di Jepara Ini Didrop Elpiji Melon



Reporter:    /  @ 19:00:38  /  17 September 2016

    Print       Email
Operasi pasar gas elpiji bersubsidi di Kelurahan Ujung Batu, Kecamatan Kota, Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Operasi pasar gas elpiji bersubsidi di Kelurahan Ujung Batu, Kecamatan Kota, Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

MuriaNewsCom, Jepara – Beberapa hari terakhir di sejumlah daerah di Kabupaten Jepara terjadi kelangkaan gas elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram (kg). Selain langka juga harga melambung tinggi. Untuk mengatasi hal itu, Pemkab Jepara melakukan operasi pasar dengan mengedrop ke tiga desa.

Tiga desa yang jadi sasaran operasi pasar adalah Desa Daren Kecamatan Nalumsari, Desa Wedelan Kecamatan Bangsri dan Kelurahan Ujung Batu Kecamatan Kota Jepara. Itu dilakukan pada Sabtu (17/9/2016) siang, dengan jumlah elpiji sekitar 1.680 tabung 3 kg.

“Operasi pasar ini dilakukan untuk mengatasi masalah kelangkaan. Selain itu juga masalah harga yang dirasakan masyarakat terlalu tinggi. Kami menjual gas elpiji bersubsidi ini sesuai Harga eceran Tertinggi (HET) yakni Rp 15.500,” ujar Kabag Perekomonimam pada Setda Jepara, Eriza Rudi Yuliyanto kepada MuriaNewsCom, Sabtu (17/9/2016).

Menurutnya, tiga desa tersebut dipilih  karena dinilai mengalami kelangkaan sejak beberapa waktu lalu. “Informasi yang kami dapatkan tiga desa ini yang paling langka. Sementara untuk daerah lain masih terbilang normal,” katanya.

Lebih lanjut ia mengemukakan, dalam operasi tersebut, setiap warga dibatasi pembelian maksimal dua tabung. Dengan syarat membawa KTP dan Kartu KK. Ini dimaksudkan untuk pemerataan. Selain itu, hanya dikhususkan untuk warga desa atau kelurahan setempat. “Harus warga desa atau kelurahan setempat. Warga dari desa lain tidak diijinkan, karena desa lain masih cenderung stabil,” ungkapnya.

Pihaknya membantah kelangkaan elpiji bersubsidi di Jepara karena adanya penimbunan atau permainan pihak tertentu. Kelangkaan terjadi menurutnya karena adanya peningkatan penggunaan, saat Hari Raya Idul Adha.

Dari pantauan MuriaNewsCom di Kelurahan Ujung Batu, operasi pasar yang dilaksanakan sekitar pukul 09.00 tersebut disambut positif oleh warga setempat. Sejak truk pengangkut elpiji tiba di balai desa, sejumlah warga mulai berduyun-duyun mendatangi lokasi. Masing masing membawa satu hingga dua tabung LPG kosong lalu menukarnya dengan tabung yang sudah berisi gas.

Sebelum menukar tabung, mereka mendatangi petugas dengan menunjukkan KK dan KTP sekaligus melakukan pembayaran. Mayoritas yang mengatre pembelian elpiji bersubsidi tersebut adalah ibu-ibu.

Kasi Trantib Kelurahan Ujung Batu, Agus, mengatakan, kelangkaan elpiji bersubsidi di Kelurahan Ujung Batu sudah terjadi sejak sekitar sepekan yang lalu. Warga kesulitan mendapatkan elpiji karena di sejumlah pangkalan kosong. Selain langka, harga elpiji melambung tinggi, yaitu antara Rp 19 ribu hingga Rp 22 ribu per tabung.

“Begitu ada informasi dari pihak kecamatan, saya langsung umumkan pada masyarakat melalui pengeras suara di masjid dan musala,” ucapnya.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →