Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Rusak Warung Makan, Pejabat Dinas Pendidikan Pati Ditetapkan Tersangka



Reporter:    /  @ 16:05:56  /  17 September 2016

    Print       Email
Warung makan milik Astuti di atas tanah sewa di Dukuh Serut, Kedungbulus, Gembong yang sudah rata dengan tanah dan digaris polisi. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Warung makan milik Astuti di atas tanah sewa di Dukuh Serut, Kedungbulus, Gembong yang sudah rata dengan tanah dan digaris polisi. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Seorang pejabat yang bekerja di Dinas Pendidikan Kabupaten Pati berinisial H ditetapkan sebagai tersangka, karena melakukan perusakan warung makan milik Sri Astuti (44), warga Semirejo RT 2 RW 7, Kecamatan Gembong.

Penetapan tersangka itu diakui Kapolsek Gembong AKP Giyanto. “Iya, kami sudah menetapkan tiga pelaku perusakan warung makan milik Ibu Astuti di pinggir jalan raya, Dukuh Serut, Kecamatan Kedungbulus, Gembong. TKP perusakan sudah kami amankan dengan garis pembatas polisi,” ujar AKP Giyanto, Sabtu (17/09/2016).

Ketiga tersangka, selain pejabat Dinas Pendidikan Pati, antara lain J dan S. Ketiganya adalah saudara kandung. Mereka dijerat dengan Pasal 170 juncto 406 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Pengrusakan.

Akibatnya, ketiga tersangka terancam dengan hukuman di atas lima tahun penjara. “Pemanggilan sebagai tersangka belum kita lakukan. Hanya saja, ketiganya sudah kami tetapkan sebagai tersangka,” imbuh AKP Giyanto.

Sementara itu, Astuti, pemilik warung makan yang dirusak mengaku tidak tahu alasan ketiga orang itu merusak warungnya. Padahal, dia mengaku tidak punya perselisihan dengan ketiganya. Bahkan, Astuti sudah kenal baik dengan orang tua ketiga pelaku.

“Saya sewa lahan milik Pak K. Itu berlangsung lama, baik-baik saja tidak masalah. Namun, belakangan ini, anaknya meminta agar warung saya dibongkar. Waktu itu, saya sibuk mengurus suami di rumah sakit. Selain saya sedang kesusahan, waktu sewa belum habis, sehingga saya tidak mau. Tidak tahunya, warung saya sudah luluh lantak dengan tanah,” ucap Astuti.

Pascaperistiwa itu, suami Astuti meninggal dunia. Kini, warung makan yang menjadi harapan satu-satunya untuk menopang kehidupan Astuti sudah hilang, beserta dengan barang dagangannya. Ditaksir, Astuti mengalami kerugian sekitar Rp 63,5 juta.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →