Publisher is the useful and powerful WordPress Newspaper , Magazine and Blog theme with great attention to details, incredible features...

Pemerintah Alokasikan Dana Rp 470 Miliar untuk Program BKKBN

9
Anggota Komisi IX DPR RI, Sri Wulan (tengah) saat menyampaikan sosialisasi keluarga berencana di SMK Asta Mitra Purwodadi, Jumat (16/09/2016).
Anggota Komisi IX DPR RI, Sri Wulan (tengah) saat menyampaikan sosialisasi keluarga berencana di SMK Asta Mitra Purwodadi, Jumat (16/09/2016).

MuriaNewsCom, Grobogan – Pemerintah rencananya akan mengucurkan dana sebesar Rp 470 miliar untuk mendukung progam Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Hal itu disampaikan Anggota Komisi IX DPR RI, Sri Wulan usai menjadi pembicara di SMK Asta Mitra Purwodadi, Jumat (16/9/2016).

“Dana itu, digunakan untuk penambahan kontrasepsi KB, kegiatan gerakan KB, dan segala mekanisme di lapangan,” kata politisi asal Pati itu.

Menurut Wulan, program-program yang ada di BKKBN sejauh ini dinilai cukup baik. Terutama program yang menyasar anak-anak usia sekolah dan remaja.

Oleh sebab itu, program yang sudah berjalan perlu dapat dorongan agar penyiapan generasi berencana nanti bisa lebih maksimal. Dengan begitu, Indonesia dapat memanfaatkan bonus demografi yang akan terjadi.

Kepala Perwakilan BKKBN Jateng Mustar yang juga hadir dalam kesempatan itu menyatakan, pemberian dana dari pemerintah tersebut memang diperlukan. Terutama, untuk memaksimalkan program yang ditujukan buat kalangan remaja.

Menurutnya, dari data statistik yang dimiliki BKKBN tahun 2015 lalu,  ada sekitar 3 ribu lebih remaja di Jawa Tengah yang meminta dispensasi nikah. Hal tersebut, dinilai cukup memprihatinkan dan sangat mengganggu persiapan generasi berencana.

Banyaknya pengajuan nikah dispensasi itu, lanjut Mustar, disebabkan dua faktor utama. Yakni sudah terlanjur hamil sebelum nikah dan kekhawatiran orang tua.

“Dengan sosialisasi Generasi Berencana ini diharapkan dapat membangun motivasi para remaja. Generasi tersebut harus disiapkan untuk pembangunan sumber daya manusia di Indonesia,” katanya.

 Editor : Kholistiono

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.