Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Dosen Harus Buat Riset yang Bermanfaat untuk Masyarakat



Reporter:    /  @ 22:30:48  /  16 September 2016

    Print       Email
kudus-rilis-umk-e

Prof. Dr. Ir. Raldi Artono Koestoer DEA, guru besar pada Departemen Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Indonesia (UI) saat menyampaikan materi di seminar Snatif 2016, yang diselenggarakan Fakultas Teknik Universitas Muria Kudus (UMK) di @Hom Hotel. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Kudus – Para akademisi dari berbagai perguruan tinggi, diharapkan bisa melakukan riset-riset, yang nantinya akan bermanfaat bagi masyarakat luas.

Hal itu disampaikan guru besar pada Departemen Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Indonesia (UI), saat hadir dalam Seminar Nasional Teknologi dan Informatika (Snatif) 2016, yang diselenggarakan Fakultas Teknik Universitas Muria Kudus (UMK) di @Hom Hotel, belum lama ini.

Kepada 87 peserta yang terdiri atas 67 pemakalah dan 20 orang peserta lainnya, Raldi mengatakan, riset-riset yang dilakukan itu, memang sangat penting bagi perkembangan masyarakat secara luas.

”Penelitian-penelitian atau riset dosen di Indonesia, hendaknya membawa manfaat bagi masyarakat luas. Di tengah kondisi bangsa dengan problematikanya seperti sekarang ini, perlu banyak tenaga dan pikiran untuk menolong bangsa ini,” terangnya.

Raldi yang di Indonesia bersama timnya dikenal memelopori adanya inkubator gratis untuk menolong bayi-bayi prematur ini, mengatakan, dibutuhkan kepedulian untuk menolong sesame, di era yang serbakomersial di era sekarang.

”Itu sebabnya, penelitian harus diarahkan ke sana. Yakni bagaimana manfaatnya bisa dirasakan masyarakat masyarakat luas,” jelas alumnus master Energetics di Ecole Nationale Superieure de Mecanique et Aeronautique (ENSMA)-POITIER FRANCE ini.

Salah satu panitia, Syafi’ul Muzid mengemukakan, peserta Snatif tahun ini diikuti berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Antara lain UGM, Sekolah Tinggi Nuklir Batan Yogyakarta, Unesa Surabaya, Universitas Gunadarma Jakarta, Udinus Semarang, Stimik Stikom Bali, dan UMK sendiri.

”Alhamdulillah antusiasme para akademisi dari berbagai perguruan tinggi mengikuti Snatif ini cukup tinggi. Tetapi untuk pemakalah, tentu tidak semua bisa masuk. Karena paper harus lolos review,” katanya.

Selain menghadirkan narasumber, peserta Snatif juga diajak mengunjungi perusahaan rokok kretek Sukun untuk melihat langsung bagaimana proses pembuatan rokok. Serta mengunjungi salah satu pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kudus ini.

Editor: Merie

 

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →