Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Ini yang Terjadi Jika Jalan Lingkar Utara Mijen Gagal Dibangun



Reporter:    /  @ 10:52:07  /  16 September 2016

    Print       Email
kudus-jalan-mijen-e

Pembangunan jalan lingkar utara Kudus yang tersendat akibat adanya blokade dari warga. Jika sampai gagal dilaksanakan, maka jalan itu tidak akan dibangun lagi ke depannya. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Pembangunan jalan lingkar utara, hingga kini masih tersendat, lantaran ada ruas jalan yang diblokir warga. Padahal, jika pembangunan tidak kunjung rampung, atau bahkan gagal, maka akan ada kerugian besar yag diterima.

Kepala Dinas Bina Marga Pengairan dan ESDM Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan, jika pembangunan jalan sampai gagal dilaksanakan hingga rampung, maka ada konsekuensi yang harus ditanggung semua pihak.

”Pertama jelas, tidak akan ada lagi pembangunan jalan ke depannya. Ini tentu saja akan merugikan banyak pihak. Ya, Pemkab Kudus, masyarakat, maupun pihak-pihak lainnya,” terangnya, Jumat (16/9/2016).

Terlebih jika sampai gagal, maka pemkab tidak akan ikut campur lagi pada penyelesaian pembangunan jalan tersebut. ”Tanah yang sebagian besar sudah menjadi jalan itu, akan dikembalikan ke warga. Terserah mau digunakan untuk apa. Mau dibikin sawah juga tidak apa-apa tanah itu,” katanya.

Meski misalnya gagal diselesaikan dan pembangunan akan berhenti begitu saja, namun Sam’ani menegaskan jika pihaknya akan tetap melakukan pembayaran kepada kontraktor, yang sudah membangun jalan. ”Tetap dibayar, apalagi pembangunan sudah mencapai 65%. Nah, sisa duitnya kembali ke kas negara,” jelasnya.

Sam’ani mengatakan, ada solusi lain jika kemudian jalan lingkar tersebut gagal dibangun. Misalnya saja melebarkan jalan di sekitar wilayah Desa Getassrabi kea rah timur. Apalagi saat ini, sudah banyak yang menginginkan supaya jalan tersebut bisa dilebarkan.

”Namun sungguh disayangkan kalau itu terjadi. Mumpung ada yang membiayai jalan lingkar ini, yakni dari pusat, lebih baik jika diselesaikan sampai akhir. Sebab akan banyak yang dirugikan jika sampai gagal,” ungkapnya.

Karena itu, Sam’ani mengatakan jika pihaknya kini sedang berkomunikasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN). Sebagaimana diketahui bahwa warga yang memblokir pembangunan, masih menginginkan sertifikat untuk diselesaikan dengan jaminan pembuatan dari BPN.

Sehingga jika BPN mau memberikan jaminan akan diselesaikan tahun ini, masyarakat akan bersedia membuka portal blokade. Dampaknya, pembangunan jalan akan lancar dan warga dapat sertifikat.

”Kita akan berusaha keras, sambil berpikir jernih, kalau ini pembangunan jalan untuk kepentingan bersama. Sehingga berharap BPN dapat diajak kerja sama. Sebab pembangunan jalan ini sudah menjadi rencana yang panjang,” imbuhnya.

Editor: Merie

 

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →