Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Ternyata, Banyak Warga Jepara Baru Buat Akta Kelahiran saat Sudah Tua



Reporter:    /  @ 10:55:28  /  16 September 2016

    Print       Email
jepara-ktp-e

Pelayanan akta kelahiran di Kantor Disdukcapil Kabupaten Jepara masih terus berjalan, demi memenuhi target yang ditetapkan pemerintah pusat. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

MuriaNewsCom, Jepara – Seharusnya, tidak hanya penduduk usia 0-18 tahun saja yang penting memiliki akta kelahiran. Namun di Kabupaten Jepara, banyak warga yang baru membuat akta kelahiran, saat usianya sudah tua atau lanjut usia (lansia).

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Jepara Sri Alim Yuliatun mengatakan, lansia yang baru membuat akta itu, biasanya digunakan untuk mengurus dokumen seperti paspor.

”Mereka ini mengurus paspor karena harus keluar negeri. Misalnya saja untuk naik haji dan umroh. Jadi, meski sudah tua-tua, mereka baru membuat akta,” kata Sri Alim.

Menurutnya, harusnya sejak dari kecil, akta kelahiran itu dibuat. Meskipun memang tidak ada kewajiban bagi lansia untuk memiliki akta kelahiran, namun penting bagi mereka jika suatu saat akan mengurus paspor.

Sri Alim mengatakan, pihaknya hanya ditargetkan untuk memberikan layanan pembuatan akta kelahiran bagi penduduk berusia 0-18 tahun. Targetnya sekitar 77 persen dari jumlah penduduk usia 0-18 tahun.

”Target dari pusat untuk tahun ini mencapai 77 persen dari total penduduk Jepara yang berusia 0-18 tahun sudah tercapai 70 persen. Atau mencapai sekitar 300 ribuan orang,” ungkapnya.

Menurut Sri Alim, pihaknya juga melakukan jemput bola dalam pengadaan pembuatan akta kelahiran secara kolektif ke desa-desa. Saat ini konsentrasi masih berada di Kecamatan Nalumsari. Tak hanya usia 0-18 tahun, tapi juga penduduk yang sudah tua tapi belum memiliki akta kelahiran.

”Meski sasaran utama adalah penduduk usia 0-18 tahun, namun untuk usia di atasnya tetap diakomodir untuk keperluan jika nanti hendak berangkat haji. Sehingga syarat akta kelahiran untuk pembuatan paspor yang disyaratkan keimigrasian sudah terpenuhi,” terangnya.

Ia menambahkan, warga Jepara yang belum berakta kelahiran jumlahnya mencapai 659.848 orang. Sedangkan khusus untuk usia 0-18 tahun jumlahnya sekitar 108.289 orang. ”Dengan adanya jemput bola yang dilakukan, harapannya bisa dikejar target yang ditetapkan pemerintah pusat,” imbuhnya.

Editor: Merie

 

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →