Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Keren, Karya Siswa SMK Banat Kudus Diminati Banyak Negara



Reporter:    /  @ 09:45:22  /  16 September 2016

    Print       Email
kudus-banat-e

Stand Zelmira saat mengikuti kegiatan fashion di Hongkong, yang memajang karya siswa SMK NU Banat Kudus. Stand ini sangat ramai, terbukti dengan pesanan yang masuk kepada mereka. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Keikutsertaan empat orang siswa SMK NU Banat Kudus dalam ajang fashion show di Hongkong, membawa berkah tersendiri. Karya-karya busana mereka, diminati banyak kalangan.

Saat ini, menurut Kepala SMK NU Banat Kudus Kasiyati, banyak pesanan yang diterima pihaknya. ”Kita menggunakan label Zelmira untuk mengedepankan produk-produk fashion dari siswa kami. Dan banyak yang tertarik dengan karya siswa dan memesannya,” terangnya.

Kasiyati mengatakan, pascakepulangan siswa dari ajang di Hongkong itu, memang ada yang tertarik memesan produk baju karya siswanya. Apalagi saat di Hongkong, stan Zelmira memang sangat ramai dikunjungi.

”Baju yang dipamerkan di sana, juga banyak yang meminati. Kalau jumlah pesanan pastinya, kita belum tahu persis. Karena memang sudah ada yang mengurusnya sendiri,” ujarnya.

Beberapa negara yang tertarik dengan karya dari para siswa tersebut, datang dari Jepang, Malaysia, India, serta beberapa negara lainnya. Sedangkan pesanan bisa dilayangkan melalui email.

”Pemesan juga bisa memilih modifikasi baju sesuai ukuran yang dikehendaki. Sehingga akan sesuai dengan mereka. Kita baru kemudian membuatkanya. Soalnya yang dipajang di Hongkong adalah contoh bajunya saja. Jadi memang harus memesannya terlebih dahulu,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui, empat siswa dari SMK NU Banat bernama Risa Maharani, Nofida Royana, Rania, dan Nia Faradiska, baru saja pulang dari mengikuti ajang fashion tingkat dunia, yakni Center Stage’s Asia’s Fashion Spotlight, di Hongkong belum lama ini.

Rania, satu dari siswa yang ke Hongkong mengatakan, kalau pembelian model pesan terlebih dahulu, maka bisa mengurangi pembajakan. Selain itu, model pakaian juga terbatas, sehingga akan habis kalau langsung dijual.

”Bajunya tidak busana muslim. Namun pakaian santai yang bisa dikenakan tanpa kerudung. Jadi seperti Indonesia, semuanya bisa menggunakannya. Pakaian sehari-hari atau ready to wear,” imbuhnya.

Editor: Merie

 

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Jepara Dapat Jatah Rehab RTLH Dari Pemprov Sebanyak 568 Unit

Selengkapnya →