Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Mau Tangkal Radikalisme, Indonesia Disebut Perlu Meniru Brunei



Reporter:    /  @ 01:05:56  /  16 September 2016

    Print       Email
kudus-tbs-e

Ikatan Santri Abiturien (Iksab) MA NU TBS Kudus menggelar musyawarah besar (mubes) dengan tema ”Aswaja Pagar Nusantara”, di Aula Masjid Darul Ilmi, Universitas Muria Kudus (UMK), pada Kamis (15/9/2016). (Istimewa)

MuriaNewsCom, Kudus – Maraknya kasus terorisme dan gerakan anti-Pancasila yang menimbulkan keresahan publik, membuat buruk citra Islam di dunia. Pasalnya, aksi ini seringkali mengatasnamakan Islam.

Hal ini menjadi perhatian khusus di kalangan santri yang ada di Kudus.Sebagai tindakan nyata dalam menyikapi fenomena itu, santri yang tergabung dalam Ikatan Santri Abiturien (Iksab) MA NU TBS Kudus menggelar musyawarah besar (mubes) dengan tema ”Aswaja Pagar Nusantara”, di Aula Masjid Darul Ilmi, Universitas Muria Kudus (UMK), pada Kamis (15/9/2016).

Ketua panitia acara Arif Mustain mengatakan, kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai sikap atas adanya pihak-pihak yang mengatasnamakan Islam, untuk kepentingan yang justru merugikan Islam. Misalnya radikalisme dan terorisme.

”Kami merasa prihatin atas berbagai hal yang dituduhkan kepada Islam, khususnya yang merugikan. Seperti terorisme. Jadi itulah alasan mengapa kami berkumpul. Tidak lain adalah upaya membantu pemerintah dalam menangkal gerakan-gerakan radikal,” terangnya.

Wakil Rektor UMK Zainuri mengatakan, saat ini Pemerintah Indonesia perlu meniru Brunei Darussalam, dalam melakukan proteksi terhadap penyebaran aliran radikal. ”Saya kira pemerintah Indonesia perlu meniru Brunei Darussalam. Soal materi kutbah Jumat saja, harus melalui seleksi oleh majelis ulama di sana,” katanya.

Zainuri mengatakan, apabila maksudnya adalah untuk mengamalkan ajakan amar ma’ruf nahi munkar, namun jika dilakukan dengan cara-cara kekerasan, itu pun juga turut memperburuk Islam itu sendiri.

”Jadi apa-apa yang berdampak buruk pada Islam itu, tidak sebatas pada gerakan terorisme atau radikalisme. Tapi cara menebar kebaikan dengan cara kekerasan itu juga, turut jadi penyebab. Bahkan justru menjauhkan dari tujuan utama,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, selain membahas pentingnya kampanye Islam yang damai, juga dilangsungkan pelantikan dan pengesahan pengurus Iksab periode 2016-2020. Dilanjutkan dengan forum grup diskusi (FGD ) yang dibagi ke dalam lima divisi. Antara lain divisi penguatan aswaja, pengembangan multimedia dan data, kemandirian ekonomi, penguatan jaringan, dan pemberdayaan alumni.

Editor: Merie

 

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →