Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Pemkab Rembang Luncurkan Program CMS untuk Nelayan



Reporter:    /  @ 21:35:28  /  15 September 2016

    Print       Email
Bupati Rembang Abdul Hafidz (pakai peci) menandatangani sistem CMS yang juga disakisikan perwakilan pihak BRI Rembang dan perwakilan nelayan Rembang, di Hotel Fave, Kamis (15/09/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Bupati Rembang Abdul Hafidz (pakai peci) menandatangani sistem CMS yang juga disakisikan perwakilan pihak BRI Rembang dan perwakilan nelayan Rembang, di Hotel Fave, Kamis (15/09/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang meluncurkan program cash management system (CMS) untuk Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Peluncuran program ini dilakukan Hotel Fave,Kamis (15/09/2016) pagi.

Peluncuran program CMS dilakukan oleh Bupati Rembang Abdul Hafidz didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dinlutkan)  Rembang Suparman dengan disaksikan langsung oleh perwakilan nelayan, bakul, perwakilan setiap TPI, serta jajaran Bank Rakyat Indonesia (BRI) Rembang.

Dalam sambutannya, Bupati Rembang Abdul Hafidz mengatakan, program CMS tersebut dibuat berdasarkan keluhan dari nelayan terkait pelelangan ikan di TPI yang sistem pembayarannya sering mengalami keterlambatan. Dengan adanya CMS , diharapkan keluhan para nelayan bisa teratasi serta meningkatkan kesejahteraan nelayan.

“Semua keluhan dari nelayan tentang banyaknya keterlambatan pembayaran pelelangan itu kami evaluasi, ternyata memang harus segera diubah. Saya inginkan dengan adanya CMS ini semua pihak merasa diuntungkan mulai dari nelayan, bakul, termasuk pegawai TPI,” ujarnya.

Menurutnya, jumlah nelayan yang ada di Rembang mencapai 24.508 orang.Jumlah tersebut terdiri dari 3.788 juragan dan pandego 21.017 orang. Sedangkan jumlah kapal penangkap ikan sebanyak 3.991 kapal.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dinlutkan) Kabupaten Rembang Suparman menuturkan, sistem CMS ini merupakan layanan yang dikawal oleh Bank BRI. Nantinya, hal ini akan diterapkan di seluruh TPI yang ada. Sistem transaksi yang digunakan secara online menggunakan kartu atm, dan nantinya nelayan mencairkan uang sendiri di ATM Bank BRI.

“Dengan sistem perbankan seperti ini, diharapkan semua transaksi bisa dilakukan secara mudah, jadi nantinya bakul membayarkan kepada nelayan melalui rekening retribusi oleh pihak TPI yang sudah menyiapkan layanan CMS ini,” terangnya.

Ia menilai, saat ini pihaknya sedang gencar melaksanakan sosialisasi kepada nelayan, bakul dan operator di TPI Tasikagung Rembang. Mulai dari pemberian pembekalan kepada tiap bakul yang ada, hingga pemerataan kepemilikan rekening tiap nelayan.

“Jika nanti proses pembekalan sudah selesai sampai proses pelaksanaan yang matang di TPI Tasikagung, maka akan kita lanjut penerapan sistem ini di tempat pelelangan ikan lainnya di seluruh wilayah Kabupaten Rembang,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Rembang Muslim, mendukung penuh penerapan sistem CMS. Meski mayoritas nelayan masih perlu pembinaan, namun jika sudah diterapkan menurutnya akan bisa menguntungkan semua pihak.

“Saya sangat mendukung dengan penerapan CMS ini, karena bisa menguntungkan semua pihak utamanya nelayan yang selama ini mengeluhkan pembayaran dari bakul yang terlambat, kini dengan sistem yang diterapkan ini pembayaran bisa dilakukan secara cepat,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →