Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Siswa SMK Banat Kudus Ini Bangga Sejajar dengan Desainer Profesional



Reporter:    /  @ 16:23:54  /  15 September 2016

    Print       Email
kudus-smk-banat-e

Empat siswa SMK NU Banat ini, masing-masing Risa Maharani, Nofida Royana, Rania, dan Nia Faradiska, usai mengikuti kegiatan Center Stage’s Asia’s Fashion Spotlight, di Hongkong belum lama ini. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Perasaan bangga masih menyelimuti perasaan empat orang siswa SMK NU Banat Kudus. Mereka tidak percaya mampu sejajar dengan desainer-desainer profesional.

Hal itu dirasakan empat siswa bernama Risa Maharani, Nofida Royana, Rania, dan Nia Faradiska. Mereka baru saja mengikuti ajang fashion tingkat dunia, Center Stage’s Asia’s Fashion Spotlight, di Hongkong belum lama ini.

Empat siswa SMK NU Banat yang terbang ke Hongkong dari 2-10 September 2016 lalu itu, membuat kagum dunia dalam pemeran internasional. Dalam pameran tersebut, hanya mereka yang berstatus pelajar dan membawa nama Indonesia.

”Kami kaget, soalnya hanya kami yang berstatus pelajar. Sedangkan lainnya adalah desainer busana profesinal dari seluruh dunia,” kata Risa Maharani kepada MuriaNewsCom, Kamis (159/2016).

Bahkan, menurutnya, meski sudah banyak yang secara profesional menjadi desainer, namun tidak semuanya dapat kesempatan untuk tampil di panggung utama ajang tersebut. ”Malah kami yang statusnya masih pelajar, bisa ikut serta di dalamnya,” jelasnya.

Risa menjelaskan, mampu menjadi satu-satunya perwakilan Indonesia yang berstatus pelajar, dari seleksi. Pihak sekolah sebelumnya melakukan seleksi bagi seluruh siswanya, dan hasilnya mereka berempat yang lolos.

Menurutnya, sambutan dari pengunjung pameran sangatlah meriah. Terlebih, ada hal yang khusus dari rancangan siswa yang duduk di bangku kelas 11 dan 12 itu.

”Rancangan kami itu mengombinasikan antara batik dan bahan lainnya dalam desain. Itu yang mendapatkan banyak pujian. Soalnya negara lain yang juga ikut, tidak menunjukkan identitas aslinya. Sedangkan kami menunjukkan batik sebagai identitas khas Indonesia,” ungkapnya.

Bahkan, majalah Amerika Serikat sampai terkesan dengan desain khas lokal itu. Sehingga mereka diwawancarai secara langsung oleh majalah tersebut.

”Yang jelas ilmu semakin meningkat dari ikut kesempatan itu. Sebab kami langsung terjun di even internasional. Sehingga pengalaman lebih kita bisa dapatkan, ketimbang yang lain,” imbuhnya.

Editor: Merie

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →