Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Sadis, Seorang Nelayan di Rembang Dibunuh di Depan Anaknya yang Masih Balita



Reporter:    /  @ 13:22:05  /  15 September 2016

    Print       Email
Tempat kejadian perkara (TKP) pembunuhan di area SDN 1 Kedungringin dipasangi garis polisi. Pembunuhan ini terjadi pada Kamis (15/09/2016).  (MuriaNewsCom/Edi Sutriyono)

Tempat kejadian perkara (TKP) pembunuhan di area SDN 1 Kedungringin dipasangi garis polisi. Pembunuhan ini terjadi pada Kamis (15/09/2016). (MuriaNewsCom/Edi Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Nasib nahas menimpa Mahfudz (35) warga Desa Kedungringin RT 4 RW 1 Kecaman Sedan, Rembang. Pria yang kesehariannya bekerja sebagai nelayan ini, tewas di tangan tetangganya sendiri.

Informasi yang MuriaNewsCom himpun di lapangan menyebutkan, peristiwa berdarah tersebut terjadi pada Kamis (15/09/2016) sekitar pukul 08.25 WIB. Insiden ini terjadi di lingkungan SD Negeri 01 Kedungringin, Kecamatan Sedan.

Surana (49) guru SDN 01 Kedungringin mengatakan, peristiwa berdarah itu bermula ketika Mahfudz yang sedang ngemong anaknya dihampiri oleh Syafii (23). Tak lama kemudian terjadi adu mulut dan perkelahian antara keduanya, yang berakhir dengan tewasnya Mahfud.

“Korban ini, pagi tadi momong anaknya yang kecil di area sekolahan sambil melihat putrinya yang besar, dan saat ini duduk di kelas VI SD. Ketika itulah, tiba-tiba pelaku ini datang dan terjadilah pertengkaran, yang mengakibatkan korban meninggal karena dibunuh dengan cara ditusuk tatah,” ujarnya.

Dari kabar yang beredar, menurutnya, peristiwa ini merupakan dendam lama antara pelaku dengan korban. “Dari kabar yang beredar, saat ada konser dangdut beberapa waktu lalu, pelaku itu pernah bertengkar dengan orang lain. Nah saat itu, Mahfudz datang melerai, namun Syafii tidak menerima itu. Dan akhirnya Syafii merasa dendam hingga sekarang,” imbuhnya.

Juwito (55) yang juga guru SDN 01 Kedungringin mengatakan, ketika terjadi duel antara pelaku dengan korban, dirinya sedang berada di kelas. Dan ketika mendengar ribut-ribut, dirinya kemudian langsung keluar kelas.

“Ketika itu, saya keluar kelas dan langsung melerai keduanya. Saya bilang, “sudah, sudah, nanti mati.” Sebab  ketika itu, Mahfudz sudah dalam kondisi tidak berdaya. Sedangkan anaknya yang kecil berusia sekitar tiga tahun langsung diambil warga . Dan setelah saya bilang seperti itu, pelaku yang membawa alat pertukangan berupa tatah, malah langsung menghabisi nyawa korban. Dan setelah perkelahian itu selesai pelaku melarikan diri. Korban sendiri mengalami luka tusuk di leher bagian kiri,” ungkapnya.

Katanya, sebelum berkelahi, pelaku habis pulang dari mengambil pupuk kandang. Dan ketika melihat Mahfudz berada di sekolah, Syafii langsung pulang ke rumah untuk menaruh pupuk kandang sembari mengambil tatah dan menghampiri Mahfudz, hingga berujung perkelahian dan tewasnya  Mahfudz.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →