Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Dewan Sebut Tidak Efektif, Operasi Pasar Elpiji Masih Dilakukan



Reporter:    /  @ 11:20:11  /  15 September 2016

    Print       Email
kudus-antre-elpiji-e

Warga antre untuk membeli elpiji 3 kilogram, dalam operasi pasar yang digelar di Kecamatan Bae, Kamis (15/9/2016), guna mengatasi langkanya pasokan gas. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Meski dinilai sebagai sesuatu yang sia-sia, namun operasi pasar gas elpiji 3 kilogram, masih dilakukan pihak terkait. Sebagaimana yang terlihat di Kecamatan Bae, Kamis (15/9/2016).

Warga yang membutuhkan elpiji, mengantre untuk mendapatkan kebutuhan tersebut. Mereka membawa tabung elpiji yang sudah kosong, untuk digantikan dengan pembelian tabung gas yang baru.

Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Disdagsar) Kudus turut memantau pelaksanaan operasi pasar ini. Selain memastikan jika kegiatan berjalan lancar, juga sekaligus mengawasi pangkalan dan agen yang ada.

Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan pada Disdagsar Kudus Sofyan Dhuhri mengatakan, kuota tiap pangkalan elpiji di Kudus, berbeda jumlahnya. Untuk itu, ke depan bakal dilakukan pemerataan jumlah pengiriman sesuai dengan jumlah warga.

”Berdasarkan data yang kami miliki, beberapa pangkalan mendapatkan jumlah elpiji lebih besar, ketimbang jumlah warga di suatu wilayah. Sedangkan, sebagian lainnya mendapatkan hal sebaliknya,” katanya, di sela-sela pemantauan.

Sofyan mengatakan, jatah yang didapat itu sebuah pangkalan, kadang lebih kecil daripada jumlah warga yang ada di suatu wilayah tersebut. ”Belum lagi kalau pangkalan dalam satu tempat lebih dari satu. Dan itu yang akan kami benahi,  sehingga pasokan bisa merata,” terangnya.

Menurutnya, hingga kini jumlah pangkalan di Kudus mencapai 725 pangkalan. Jumlah tersebut tersebar di semua wilayah. Namun, jumlah pangkalan tidak akan ditambah, melainkan lebih pada membagi ke tempat yang dinilai kurang.

Sedangkan cara pembagian yang merata tidaklah dengan memberikan jatah pangkalan yang banyak pasokan ke pangakalan lainnya. Melainkan dengan cara meminta pangakalan yang bersangkutan, untuk menjual kembali ke wilayah yang kekurangan pasokan.

”Jadi yang menjual adalah pangkalan yang banyak. Sehingga tidak ada yang dirugikan karena sama-sama menjual. Solusinya sementara itu dulu,” ungkapnya.

Untuk mengetahui jumlah pangkalan yang tidak sesuai, maka dalam waktu dekat akan dilakukan penyisiran wilayah. Di mana masing-masing agen bakal langsung mendatangi lokasi pangkalan. ”Ada delapan agen di Kudus, dan semuanya akan datang ke masing-masing pangkalan untuk mengecek,” imbuhnya.

Editor: Merie

 

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →