Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Ini Pesan Pertamina Bagi Warga yang Mau Lapor soal Elpiji



Reporter:    /  @ 09:10:38  /  15 September 2016

    Print       Email
kudus-gas-elpiji-e

Perwakilan Pertamina Area Jateng-DIY menjelaskan jika kuota elpiji 3 kilogram di Kudus tinggal 25% saja, karena sudah digunakan untuk berbagai keperluan warga, dalam rapat kerja dengan Komisi B DPRD Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Pertamina rupanya sudah sering mendapati laporan terkait distribusi elpiji 3 kilogram yang disampaikanmasyarakat. Sayangnya, sebagian besar laporannya tanpa bukti kuat.

Perwakilan Pertamina Area Jateng-DIY Agung Nur H mengatakan, pihaknya mempersilakan semua orang, untuk melaporkan jika terjadi kecurangan di setiap pangkalan.

”Kalau memang terbukti, maka kami bisa memberikan hukuman kepada yang melakukan kecurangan. Misalnya saja mengurangi pasokan mereka,” katanya dalam rapat kerja dengan Komisi B DPRD Kudus.

Agung menegaskan jika dalam penjualan elpiji 3 kilogram, sudah ada aturannya. Di antaranya adalah harga yang maksimal Rp 15.500 per tabung untuk tingkat eceran. Termasuk aturan lainnya seperti menjual lebih banyak kepada masyarakat umum.

”Untuk melaporkan soal kecurangan itu, sudah ada nomor yang bisa dikontak, dan tertera di setiap pangkalan. Jadi langsung saja menghubungi nomor tersebut. Nantinya akan dilakukan penindakan sesuai aturan,” jelasnya.

Sayangnya, menurut Agung, dalam laporan ataupun keluhan yang sering diterima pihaknya selama ini, dinilai kurang kuat. Sebab laporan tersebut tidak disertai dengan bukti, sehingga pihaknya tidak bisa menindak sesuai dengan aturan yang ada. ”Harus ada bukti kuat yang menyertai laporan itu. Sehingga bisa kita tindaklanjuti,” tegasnya.

Persoalan lain yang juga dihadapi adalah soal tingginya harga gas di tingkat warga. Menurut Agung, ini karena banyaknya rantai penjual elpiji. Mulai dari pangakalan, pengecer, hingga ke warung. ”Hal itu membuat harga yang jelas semakin tinggi,” ujarnya.

Dia menjelaskan, untuk pasokan di wilayah Kudus, memang belum ada jumlah yang pasti. Namun dia memperkirakan, kalau jumlahnya senilai 22.136 matrik ton. Angka tersebut didapat dari perbandingan tahun lalu.

”Kalau mengacu pada jumlah itu, maka sekarang yang tersisa kurang dari 25 persen. Sebab data pengeluaran hingga Agustus, Kudus sudah menghabiskan 14.621 matrik ton,” terangnya.

Pihaknya juga selama ini rutin melakukan monitoring pasar. Di mana jika terjadi kelangkaan di masyarakat, dapat segera diatasi minimal dengan operasi pasar. ”Hanya untuk melakukannya, kami membutuhkan persetujuan dari dinas terkait,” imbuhnya.

Editor: Merie

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →