Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Server Ngadat Jadi Alasan Kenapa Profil Desa di Jepara Adalah Kelas Rendah



Reporter:    /  @ 07:05:45  /  15 September 2016

    Print       Email
jepara-desa-e

Kabag Pemerintahan Setda Jepara Arwin Nor Isdiyanto menginginkan supaya desa di Jepara bisa meningkat statusnya dengan isi profil desa yang dilakukan setiap tahun. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Jepara – Profil desa-desa di Kabupaten Jepara, memberikan catatan yang memprihatinkan. Pasalnya, profil desa di sana ternyata didominasi kelas rendah.

Bukan tanpa alasan kalau kemudian profil desa adalah kelas rendah, atau desa swadaya yang mencapai lebih dari 50% dari keseluruhan 194 desa di Jepara. Menurut Bagian Pemberdayaan Masyarakat Desa (Bapermades) Setda Jepara, gara-gara server ngadat saat pengisian profil.

Kepala Bapermades Jepara Deni Hendarko mengatakan, sejauh ini pihaknya sudah melakukan sosialisasi dan pendampingan pada masing-masing desa. ”Baik melalui bimbingan langsung maupun lewat kecamatan,” katanya.

Hanya saja, menurut Deni, dalam proses pengisian profil desa kadang terkendala sever yang memang loading-nya terlalu lama. Dalam praktiknya juga, kadang pihak desa mengaku sudah mengisi profil desa di server.

”Tetapi saat kita tanya ke pusat, dikatakan belum. Server yang sering down menjadi kendala tersendiri. Selain itu juga sumber daya manusia (SDM) di desa juga masih ada yang belum benar-benar mampu,” tuturnya.

Sedangkan Kepala Bagian (Kabag) Pemerintahan Setda Jepara Arwin Nor Isdiyanto menjelaskan, pengisian profil desa memang dilakukan setiap tahun. Karena, jangan sampai desa yang sudah berstatus sebagai desa swakarya atau swasembada, turun menjadi desa swadaya.

”Jika itu terjadi, bisa jadi polemik di tingkat desa. Karena harus membuang satu perangkat desa. Sesuai aturan, maka desa swadaya memang berpengaruh pada pengisian perangkat desa itu sendiri,” terangnya.

Arwin mengatakan, hanya beberapa desa yang berstatus desa swakarya dan desa swasembada. Untuk mengubah status tersebut, perlu ada dorongan agar pemerintah desa melakukan pengisian profil desa.

”Itu memang harus didorong terus. Apalagi, sampai saat ini, desa swadaya di Kabupaten Jepara, masih lebih dari 50% dari jumlah keseluruhan desa yang ada,” imbuhnya kemudian.

Editor: Merie

 

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →