Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Meski Langka, Kepala Disdagsar Sebut Pasokan Elpiji Aman



Reporter:    /  @ 20:45:46  /  14 September 2016

    Print       Email
kudus-elpiji-maneh-e

Kepala Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Disdagsar) Kudus Sudiharti menjelaskan persoalan distribusi gas elpiji 3 kilogram, di rapat kerja dengan Komisi B DPRD Kudus, Rabu (14/9/2016). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom,Kudus – Meski dikeluhkan warga yang kesulitan mendapatkan elpiji tiga kilogram, namun Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Disdagsar) Kudus menyebut jika pasokan elpiji masih aman.

Hal itu disampaikan Kepala Disdagsar Kudus Sudiharti saat rapat kerja dengan Komisi B DPRD Kudus, Rabu (14/9/2016). Menurutnya, pasokan bisa dibilang aman meski jatah elpiji belum diketahui, adalah dari daftar distribusi elpiji  tiap bulannya di wilayah ini.

Sudiharti mengatakan, setiap bulan elpiji yang beredar untuk Kudus mencapai 600 ribu tabung lebih. Jumlah tersebut dianggap cukup untuk memenuhi kebutuhan warga selama sebulan. ”Kalau jumlah yang beredar demikian, maka jumlahnya akan mencukupi kebutuhan masyarakat. Dan dengan demikian kelangkaan tidak ada,” katanya.

Terkait kelangkaan elpiji, menurut Sudiharti dia harusnya dapat dicek terlebih dahulu kebenarannya. Sebab bisa jadi kalau kabar yang banyak beredar itu, tidaklah benar adanya.

”Soal keluhan masyarakat, ada beberapa kemungkinan yang terjadi. Misalnya adanya pasokan elpiji yang tidak merata, sehingga di daerah yang banyak pemukiman tidak mendapatkan pasokan dalam jumlah banyak,” terangnya.

Termasuk juga, dengan adanya barang atau elpiji yang dibawa pengecer yang tidak terkontrol. Untuk itulah dibutuhkan pemerataan dan aturan yang ketat terkait gas bersubsidi itu. ”Kalau kami tidak bisa memberikan sanksi jika ada yang salah. Yang berhak melakukannya adalah Pertamina atau juga pihak agen. Tergantung masalahnya apa,” jelasnya.

Sedangkan di sisi lain, jatah kuota elpiji selama setahun untuk Kudus memang belum turun hingga kini. Hal itu juga yang menyulitkan Pemkab Kudus dan Pertamina untuk memastikan berapa pasokan yang tersisa.

Berdasarkan data yang ada, tercatat selama 2015, penggunaan gas elpiji menghabiskan jatah sekitar 19.526 matrik ton, atau 6,7 juta tabung. Kenaikan usulan untuk 2016  ini, mencapai 50 persen. Ini dikarenakan jumlah kebutuhan yang terus meningkat dari tahun 2014 lalu, yang hanya 6.124.000 tabung saja.

Rata-rata kebutuhan elpiji tiga kilo tiap bulan di angka 561.830 tabung. Berarti selama setahun bisa menghabiskan 6.741.960 tabung. Padahal jumlah kepala keluarga (KK) per 1 Oktober, tercatat 273.988 KK.

Editor: Merie

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →