Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Pakai Data Lawas, Penerima KIP di Jepara Tidak Valid



   /  @ 19:55:56  /  14 September 2016

    Print       Email
jepara-kip-e

Siswa sekolah dari jenjang SD hingga SMA yang memenuhi syarat, memang mendapatkan Kartu Indonesia Pintar (KIP). Di Kabupaten Jepara, banyak data yang tidak sesuai kondisi saat ini. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Jepara – Data penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) di Kabupaten Jepara, dinilai tidak valid. Gara-gara data lawas yang masih dipakai hingga kini.

Program yang ditujukan untuk membantu siswa dari keluarga miskin mulai jenjang SD hingga SMA tersebut, ternyata menggunakan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2011. Data itu dianggap tidak sesuai dengan kondisi saat ini di lapangan. ”Pasalnya, rentang perbedaan waktunya yang cukup jauh, yakni lima tahun,” kata Kepala Desa (Kades) Langon, Kecamatan Tahunan, Jepara, Santoso, Rabu (14/9/2016).

Menurutnya, data pengajuan penerima KIP tahun 2016 menjadi tidak sesuai dengan kondisi di lapangan, karena yang dpakai data BPS tahun 2011. ”Semestinya data pengajuan siswa penerima KIP yang digunakan adalah data hasil pemutahiran terakhir di tahun 2015. Sehingga data dengan kondisi di lapangan sama,” ujarnya.

Santoso mengatakan, mengenai ketidak-validan data penerima KIP, bukan dari pihak pemerintah desa. Sebab, data yang diterima pemerintah desa memang data tahun 2011. Pihaknya juga mengaku telah melaporkan masalah tersebut ke Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Jepara.

Dikatakan Santoso, selain kesalahan penggunaan data awal, kesalahan penulisan identitas siswa juga menambah persoalan penyaluran KIP. Sebab, penyaluran uang KIP langsung diberikan kepada siswa, melalui bank yang sudah ditunjuk. ”Penulisan nama-nama banyak yang salah. Sampai revisi data empat kali,” katanya.

Jumlah siswa penerima KIP di Desa Langon yang bermasalah, sebagaimana dikatakan Santoso, mencapai 300 nama lebih. Kesalahan itu meliputi ketidaksesuaian penulisan identitas dan siswa penerima yang sudah tidak lagi bersekolah.

Editor: Merie

 

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

2 Perwira Polres Grobogan Berganti Wajah, Ini Sosoknya

Selengkapnya →