Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Ini Perkembangan Terbaru Terkait Penemuan Mayat Lelaki di Desa Wolo Grobogan



Reporter:    /  @ 17:10:12  /  14 September 2016

    Print       Email
Polisi sedang memeriksa mayat yang ditemukan di tengah sawah di Desa Wolo, Sabtu (10/09/2016). Identitas mayat tersebut, kini sudah terungkap. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Polisi sedang memeriksa mayat yang ditemukan di tengah sawah di Desa Wolo, Sabtu (10/09/2016). Kematian korban tidak ada kaitannya dengan kasus perkelahian saat konser dangdut di Desa Wolo .(MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Penemuan mayat lelaki di areal sawah di Desa Wolo, Kecamatan Penawangan, Grobogan sudah berlalu empat hari. Namun, sejauh ini, pihak kepolisian masih belum bisa mengungkap penyebab kematian mayat yang diketahui bernama Nurrohmad (21), warga Desa Ketro, Kecamatan Karangrayung tersebut.

Informasi yang didapat menyebutkan, setelah berhasil mengungkap identitas mayat, pihak kepolisian masih berupaya keras untuk menyingkap penyebab kematiannya. Berbagai petunjuk masih dikumpulkan dan dipelajari.

Termasuk pula, dengan meminta keterangan sejumlah saksi untuk mendapatkan informasi yang diperlukan. Kabarnya, sudah ada belasan orang yang dimintai keterangan oleh pihak kepolisian. Selain teman dekat korban, keterangan juga diambil dari warga sekitar lokasi penemuan mayat.

“Saat ini kami masih terus melakukan penyelidikan mendalam. Sejumlah saksi juga sudah kita mintai keterangan. Kepada pihak keluarga maupun masyarakat kami minta untuk bersabar,’’ kata Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Agung Ariyanto pada wartawan.

Menurut Agung, dari hasil pemeriksaan awal, kematian korban tidak ada kaitannya dengan kasus perkelahian saat konser dangdut di Desa Wolo, sepekan sebelum mayat ditemukan. Sebab, lokasi keributan atau pengeroyokan itu cukup jauh dari titik penemuan mayat.

’’Hasil pemeriksaan sementara, Nurrohmad bukan merupakan korban pengeroyokan saat ada pentas dangdut. Sebab, ada korban pengeroyokan saat konser dangdut yang membuat laporan di Polsek Penawangan. Saksi-saksi yang kami tanyai, penemuan mayat tersebut juga tidak mengarah pada kasus pengeroyokan itu,’’ katanya.

Disinggung kabar adanya bekas luka di kepala berdasarkan hasil visum yang sudah dilakukan, Agung menegaskan, hal itu merupakan bekas luka kecelakaan yang pernah dialami Nurrohmad beberapa waktu lalu. Hal itu juga sudah dibenarkan oleh ibu Nurrohmad, Ismuwati yang menyatakan, jika anak pertamanya itu pernah mengalami kecelakaan dan mendapat luka di bagian kepala.

’’Logikanya bila ada penganiayaan atau pengeroyokan, lukanya tidak hanya pada bagian kepala. Namun, hasil pemeriksaan tidak ada kerusakan atau bekas luka akibat pukulan pada bagian dada,’’ tambahnya.

Seperti diberitakan, sosok mayat tersebut ditemukan warga sekitar pukul 15.00 WIB di lahan sawah milik Yusman, warga setempat. Kali pertama mayat tersebut diketahui oleh Kamsidi, warga setempat.

Ceritanya, saat itu, Kamsidi yang sedang menengok areal sawahnya mencium bau busuk. Setelah ditelusuri, bau menusuk hidung tersebut berasal dari sosok mayat yang berada di tengah sawah. Selanjutnya, saksi ini mengabarkan pada perangkat desa dan diteruskan pada pihak Polsek Penawangan.

Mayat yang ditemukan di areal sawah tersebut, kondisinya sudah sangat mengenaskan. Sebab, bagian kepalanya sudah berwujud tengkorak dan sebagian besar bagian tubuh lainnya berupa kerangka. Salah satu bagian tubuh yang masih ada dagingnya adalah tangan kanan.

Saat ditemukan, masih ada pakaian yang melekat pada tubuh mayat tersebut. Yakni, kaos warna biru tua, celana dalam dan celana jeans warga gelap. Namun, kondisi pakaiannya sudah compang-camping. Pada tangan kiri korban, terdapat gelang karet warna oranye yang ada tulisannya Superman Is Dead.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Jepara Dapat Jatah Rehab RTLH Dari Pemprov Sebanyak 568 Unit

Selengkapnya →