Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Alat Perekaman E-KTP di 3 Kecamatan di Jepara Rusak



Reporter:    /  @ 13:30:40  /  14 September 2016

    Print       Email
 Proses perekaman E-KTP di Kantor Dindukcapil Jepara, pada Rabu (14/09/2016). (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)


Proses perekaman E-KTP di Kantor Dindukcapil Jepara, pada Rabu (14/09/2016). (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

MuriaNewsCom, Jepara – Alat perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP) di tiga kecamatan di Jepara, yakni Kecamatan Donorojo, Keling dan Pakisaji mengalami kerusakan. Rusaknya alat tersebut, terjadi sejak beberapa hari yang lalu. Kini petugas dari instansi terkait masih dalam proses memperbaiki.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) Kabupaten Jepara Sri Alim Yuliatun menjelaskan, kerusakan peralatan terjadi sekitar sepekan ini. Pihaknya mengaku sudah mengirimkan petugasnya untuk melakukan pengecekan dan perbaikan.”Kalau bisa diperbaiki sendiri ya diperbaiki. Tetapi kalau tidak, kami serahkan ke pusat. Untuk sementara ini kami cek,” ujar Sri Alim kepada MuriaNewsCom, Rabu (14/09/2016).

Menurutnya, selama kerusakan alat terjadi, semua layanan perekaman di tiga kecamatan tersebut dialihkan ke Kantor Dindukcapil Jepara. Sehingga pelayanan tetap masih dilakukan, agar tidak terjadi penumpukan semakin banyak.

“Secara global, dari target jumlah perekaman masih kurang sekitar 30 ribu wajib E-KTP. Kami terus mengejar itu agar dapat terselesaikan,” kata Sri Alim.

Lebih lanjut ia mengemukakan, beberapa kecamatan yang masih banyak belum melakukan perekaman ada di Kecamatan Mayong, Bangsri, Pecangaan, Tahunan, dan Nalumsari. Untuk mengoptimalkan perekaman, pihaknya juga melakukan jemput bola.

“Target dari Kemendagri, perekaman sampai akhir September ini. Tetapi kami mendapatkan informasi kalau ditunda lagi sampai tahun 2017. Tetapi kami belum mendapatkan pemberitahuan secara resmi terkait hal itu,” terangnya.

Ia menambahkan, meski ditarget agar cepat selesai. Namun pihaknya belum melakukan beberapa terobosan, seperti lembur dan penambahan petugas. Sebab, ia tidak ingin menforsir tenaga atau petugas untuk lembur.

“Saya tidak tega kalau minta mereka lembur. Sebab mereka sudah capek seharian, apalagi petugas kami sangat terbatas. Kalau mau mengangkat tenaga tambahan juga belum bisa,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →