Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Pendekatan Belajar Aktif jadi Metode Apik untuk Mengembangkan Potensi Siswa



Reporter:    /  @ 11:08:51  /  14 September 2016

    Print       Email
Para gurus SD di wilayah UPTD Kecamatan Toroh sedang mengikuti pelatihan pendekatan belajar aktif yang diselenggarakan USAID Prioritas Jawa Tengah, Rabu (14/09/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Para gurus SD di wilayah UPTD Kecamatan Toroh sedang mengikuti pelatihan pendekatan belajar aktif yang diselenggarakan USAID Prioritas Jawa Tengah, Rabu (14/09/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Guna memaksimalkan potensi siswa, puluhan guru SD di wilayah UPTD Kecamatan Toroh mendapat pelatihan khusus dari USAID Prioritas Jawa Tengah. Yakni, mengenalkan kembali metode pendekatan belajar aktif untuk para siswa.

Pada pelatihan yang dilangsungkan di SDN 02 Depok tersebut, para guru diajarkan bagaimana membuat siswa aktif dan kreatifitasnya meningkat. Para pendidik ini juga diajarkan bagaimana caranya membuat siswa bisa mendapat pelajaran yang mudah dan menyenangkan. Pelatihan ini berlangsung selama empat hari, dari 13-16 September.

District Coordinator USAID Prioritas Mulyono  menyatakan, pendekatan pembelajaran aktif telah lama dikenal para guru di Indonesia, sekitar tahun 1979 lalu. Namun, kualitas penerapannya di sekolah dinilai belum bisa maksimal dan masih perlu ditingkatkan lagi agar sesuai dengan tujuan awal.

Melalui metode tersebut, cara pembelajaran tidak hanya sekedar mentransfer pengetahuan tapi juga mengembangkan  karakter siswa. Dengan pembelajaran kolaborasi, anak-anak dilatih komunikasi dengan sesamanya, menyampaikan pendapat dan menghargai pendapat teman lainnya.

Siswa juga diajak melakukan refleksi di akhir pembelajaran untuk mengetahui sebagaimana jauh materi yang telah ia kuasai. Dari sekian banyak potensi, kreativitas siswa dinilai merupakan salah satu merupakan hal penting dalam hidup mereka kelak.

“Jadi, banyak hal yang bisa dikembangkan di sekolah dan tidak harus menggunakan perangkat yang mahal. Lingkungan yang ada di sekolah bisa dimanfaatkan sebagai sumber belajar yang murah meriah,” katanya.

Kasi Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Grobogan Wanto menambahkan, pihaknya menyambut baik adanya pelatihan yang diberikan oleh USAID tersebut. Menurutnya, di tengah perkembangan iptek yang begitu cepat, para guru memang harus mengembangkan cara mengajar yang disesuaikan dengan kemajuan zaman,

“Guru harus senantiasa mengembangkan cara mengajar, karena perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi begitu cepat. Salah satu pembelajaran yang dapat memenuhi tujuan tersebut antara lain Pendekatan Belajar Aktif,” katanya.

Sementara itu, para peserta merasa senang dengan adanya pelatihan tersebut. Sebab, mereka merasa mendapat tambahan pengetahuan dan bisa berbagi pengalaman dengan rekan seprofesi. “Saya rasa pelatihan ini sangat baik. Banyak sekali manfaat yang bisa saya dapatkan,” kata Hariyanto, salah seorang peserta pelatihan.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Tak Lengkapi Berkas, Nasib 2 Parpol Sebagai Peserta Pemilu Tunggu Keputuasan KPU Pusat

Selengkapnya →