Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Mengenal Beng Lin, Pria Asal Riau yang jadi Guru Bahasa Mandarin di Grobogan



Reporter:    /  @ 09:05:31  /  14 September 2016

    Print       Email
Beng Lin, guru Bahasa Mandarin saat mengajar siswa kelas X SMKN 1 Purwodadi (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Beng Lin, guru Bahasa Mandarin saat mengajar siswa kelas X SMKN 1 Purwodadi (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan  – Keberhasilan siswa SMKN 1 Purwodadi meraih prestasi peringkat II dalam acara Debat Bahasa Mandarin tingkat Jawa Tengah, bulan Agustus lalu, tidak bisa dilepaskan dari sosok sang pengajar. Yakni, guru bernama Beng Lin yang mengajar Bahasa Mandarin di sekolah yang berada di Jl Diponegoro Purwodadi tersebut.

“Sebelumnya, dalam ajang serupa, kita pernah dapat peringkat II. Tepatnya, saat Debat Bahasa Mandarin tingkat Jawa Tengah tahun 2013 lalu. Meski belum berhasil jadi juara I, tetapi prestasi yang sudah diraih saya rasa cukup membanggakan,” kata Beng Lin, saat ditemui di SMKN 1 Purwodadi.

Pria 50 tahun itu baru sekitar delapan tahun mengajar di SMKN 1 Purwodadi. Yakni, mulai tahun 2008 sampai saat ini. Selama ini, Beng Lin menilai antusias siswa untuk belajar Bahasa Mandarin cukup bagus. Para siswa terlihat sangat bersemangat untuk mempelajari bahasa yang selama ini boleh dibilang cukup asing, dibandingkan bahasa lainnya. Hal inilah yang menjadikan para siswanya lebih mudah menangkap pelajaran yang diberikan.

Yang unik, meski jago Bahasa Mandarin, namun Beng Lin tidak punya pendidikan khusus di bidang tersebut. Titel pendidikan terakhirnya adalah sarjana ekonomi jurusan manajemen.

Meski begitu, urusan berbahasa Mandarin sudah jadi bagian hidupnya semenjak kecil. Tepatnya, ketika masih tinggal dengan orang tuanya di Riau. Percakapan keluarga sehari-hari dilakukan dengan Bahasa Mandarin.

Tidak hanya itu, sejak kecil pula, orang tuanya, khususnya ibunya, masih memaksa Beng Lin untuk ikut les Bahasa Mandarin agar kemampuan berbahasanya makin baik.

“Semula, saya sempat protes saat diminta Ibu untuk ikut les Bahasa Mandarin. Soalnya, saya iri sama teman-teman lainnya yang asik bermain, sementara saya malah diharuskan belajar. Meski begitu, saya akhirnya dengan terpaksa ikut les. Soalnya, Ibu sempat bilang kalau suatu saat nanti, kemampuan Bahasa Mandarin itu bakal dibutuhkan banyak orang,” kata bapak dua anak tersebut.

Apa yang diomongkan orang tuanya itu baru dirasakan Beng Lin selepas kuliah. Ceritanya, saat itu ada perusahaan Taiwan di Riau sedang butuh karyawan yang bisa berbahasa Mandarin.

Beng Lin kemudian ikut melamar di situ dan diterima tanpa harus melalui tes. Sebab, saat mendaftar, dia sudah bisa menjawab semua omongan dari staf perusahaan yang sengaja bertanya pada pelamar dengan Bahasa Mandarin.

Setelah kerja di perusahaan Taiwan, Beng Lin sempat mau merantau ke Semarang. Namun, oleh saudaranya dia justru diminta untuk tinggal di Purwodadi karena di kota ini banyak orang yang butuh guru Bahasa Mandarin.

Akhirnya, pada pertengahan tahun 2007 Beng Lin tiba di Purwodadi. Beberapa hari setelah datang, sudah ada belasan orang yang pingin les Bahasa Mandarin di rumahnya. Yakni, di Perum Griya Mutiara di Jalan Soponyono III, Purwodadi.

Setelah itu, ada permintaan mengajar Bahasa Mandarin di TK dan SD Kristen Purwodadi. Kemudian, setahun setelah tinggal di Ibu Kota Kabupaten Grobogan, datang permintaan mengajar di SMKN 1 Purwodadi. Kemudian, Beng Lin juga masih sempat mengajar di Wonder Kids Purwodadi.“Jadi, saat ini, saya sehari-hari sudah full ngajar. Dari pagi sampai sore dan kadang juga malam,” katanya.

Bagi Beng Lin, mengajar Bahasa Mandarin bukan semata-mata untuk mendapatkan finansial. Tetapi, salah satu tujuannya adalah menularkan kemampuan yang dimiliki pada banyak orang.

Dia berharap, ke depan akan ada generasi baru di Grobogan yang sudah bisa menggantikannya mengajar Bahasa Mandarin. Beng Lin menilai, memiliki kemampuan Bahasa Mandarin akan sangat bermanfaat. Terlebih, dalam menyongsong pasar bebas Asia Pacific tahun 2025 mendatang.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Asyiknya Nge-Jazz Sambil Berkubang Lumpur

Selengkapnya →