Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Berkah Hari Raya Kurban, Permintaan Arang Meningkat



Reporter:    /  @ 09:30:06  /  14 September 2016

    Print       Email
Pedagang arang menata dagangannya sebelum memberikannya kepada pembeli di Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Pedagang arang menata dagangannya sebelum memberikannya kepada pembeli di Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Selama perayaan Idul Adha hingga Tasyrik, menjadi berkah tersendiri bagi banyak kalangan. Termasuk juga bagi para pedagang arang.

Pedagang arang memperoleh peningkatan pendapatan. Mengingat pada momen itu, banyak warga yang membakar daging sate. Seperti yang dialami Ngatini (46) warga Pasuruan, Kecamatan Kota, Kudus. Dalam sehari, dia dapat menjual hingga 15 karung arang pada momen Hari Raya Kurban dan Tasyrik.

“Kalau biasanya dalam sehari paling banyak habis 5 sak atau karung besar. Namun kalau seperti ini bisa habis hingga 15 karung ukuran besar,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Dari 15 karung itu, dia bisa mengantongi Rp 130 ribu. Belasan karung berisi arang itu biasanya dijual secara eceran seharga Rp 1.000 hingga Rp 20 ribu. Tergantung dari ukurannya.

Sementara, Ngatini (46) penjual arang yang di depan ADA Swalayan mengatakan, besarnya permintaan arang membuatnya kewalahan. Dia pun memperbantukan suami dan saudaranya. “Kalau sekarang ramai, mungkin gara-gara banyak yang ingin sate daging kurban. Makanya saya mengambil satu karyawan untuk membantu saya,” katanya.

Ngatini menjalankan usahanya sejak lama. Bahkan, kakeknya juga berjualan arang.  “Sampai hari Tasyrik usai biasanya masih ramai, saya sudah berjualan selama 25 tahun lebih. Sebelumnya saya ikut jualan orang tua dan mbah,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →