Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Air Jamasan Bende Becak Diyakini Manjur untuk Mengobati Berbagai Macam Penyakit



Reporter:    /  @ 18:53:47  /  12 September 2016

    Print       Email
Beberapa warga terlihat mengantri untuk mendapatkan air Jamasan Bende Becak, yang ritualnya berlangsung pada hari ini di rumah Juru Kunci Petilasan Sunan Bonang, di Desa Bonang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Beberapa warga terlihat mengantri untuk mendapatkan air Jamasan Bende Becak, yang ritualnya berlangsung pada hari ini di rumah Juru Kunci Petilasan Sunan Bonang, di Desa Bonang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Ribuan orang memadati tempat penjamasan Bende Becak yang berada di rumah Juru Kunci Petilasan Sunan Bonang, Ahmad Wahid, di Desa Bonang, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang. Tak hanya dari Rembang saja, namun, masyarakat dari luar Rembang juga banyak yang datang untuk mengunjungi tempat ritual Penjamasan Bende Becak  yang dilakukan tepat pada 10 Dzulhijjah dalam kalender Islam, Senin (12/09/2016).

Kasmuji, salah satu warga Desa Tanggulharjo, Kecamatan Grobogan, Kabupaten Grobogan, bersama keluarganya mengaku sengaja datang menghadiri ritual penjamasan Bende Becak tersebut, untuk bisa mendapatkan air yang digunakan untuk menjamas.

Menurutnya, air tersebut diyakini bisa untuk menjadi obat berbagai macam penyakit atau untuk kebutuhan lain. “Ini hanya sebagai wasilah, kita ngalap berkah dari Sunan Bonang. Dan mudah-mudahan air jamasan ini, dengan ridho Allah bisa menjadi sarana untuk pengobatan dan keperluan lainnya,” ujarnya.

Dirinya bersama keluarga mengaku datang ke Desa Bonang sudah sejak Minggu (11/09/2016) sore. Bersama keluarganya, dirinya menginap di area Pasujudan Sunan Bonang. Hal tersebut, agar dirinya tidak ketinggalan dengan prosesi ritual Penjamasan Bende Becak.

Ia mengaku kebiasaannya datang untuk mengikuti prosesi Penjamasan Bende Becak sudah turun temurun dan hal itu merupakan pesan dari Sang Kakek.  “Untuk datang ke sini, kita sambil membawa pulang air jamasan. Dan itupun memang sudah kebiasaan kami ketika datang pada ritual sakral ini,” ucapnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →