Loading...
You are here:  Home  >  Ekonomi  >  Artikel ini

Meneladani Nabi Ibrahim, Mari Berkurban dan Taat Bayar Pajak



   /  @ 13:01:03  /  12 September 2016

    Print       Email
amnesti

Ilustrasi KPP Pratama Jepara

MuriaNewsCom, Jepara – Pada momentum perayaan Hari Raya Idul Adha, semua umat muslim dianjurkan untuk berkurban dengan menyembelih hewan yang telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan agama. Itu penting karena sebagai wujud ketakwaan pada Allah SWT.

Anjuran berkurban tersebut berawal dari era Nabi Ibrahim. Kala itu, Ibrahim diminta untuk mengorbankan apa yang menjadi milik dan yang dicintainya karena ia paham bahwa sejatinya semua milik Allah SWT. Tak disangka, Ibrahim bakal mengorbankan anak kesayangannya bernama Ismail, Tuhan melalui kuasa-Nya mengirimkan hewan sebagai ganti Ismail untuk dikurbankan dengan cara disembelih.

Selain hikmah berqurban, Nabi Ibrahim juga mengajarkan cinta pada tanah air. Itu seperti yang tertuang dalam kitab suci Alquran Surat Al Baqarah ayat 126 dan Surat Ibrahim ayat 35. Keduanya disebutkan bahwa Nabi Ibrahim berdoa agar negerinya aman, sentosa.

Kini bertepatan pada hari raya Idul Adha 1437 H, kiranya perlu untuk meneladani sosol Nabi Ibrahim. Tidak hanya melakukan qkurban di masjid, musala atau di rumah masing-masing. Namun juga meneladani kecintaan terhadap tanah air.

Salah satu implementasi cinta tanah air adalah dengan taat membayar pajak. Ketaatan membayar pajak sangat berdampak pada keberlangsungan bangsa karena pajak menjadi sumber pendanaan negara paling besar di Republik Indonesia.

Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Jepara, Endaryono mengatakan, di negeri ini, kewajiban warga negara adalah membayar pajak yang peruntukannya diatur oleh negara. Sebab, pajak menjadi sektor terbesar menyumbang pendanaan negara.

“Kalau pajak ini tidak dibayar, hal-hal berkaitan pembangunan, sarana dan prasarana, gaji PNS dan sebagainya, tidak mungkin bisa terpenuhi. Jadi, kita sebagai warga negara yang baik harus mengikuti ketentuan yang diatur oleh negara. Artinya, kita mengeluarkan atau membayar pajak adalah wujud kecintaan kita kepada tanah air,” kata Endaryono.

Termasuk dengan berkurban pula, akan mencerminkan semangat kebersamaan dan kepedulian masyarakat Indonesia untuk kemaslahatan umat dan peduli kepada sesama dan fakir miskin di seluruh Indonesia. “Semoga Indonesia bisa semakin sejahtera dan mandiri,” pungkasnya.

Saking pentingnya cinta tanah air, umat Islam khususnya di Indonesia tidak asing dengan istilah hubbul wathon minal iman (Cinta tanah air sebagian dari iman). Ungkapan itu muncul sebagai upaya pemersatu bangsa agar semua umat Islam bersatu untuk membela tanah air.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Jepara Dapat Jatah Rehab RTLH Dari Pemprov Sebanyak 568 Unit

Selengkapnya →