Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Kudus Terancam Krisis Air Bersih, Ini Antisipasi PDAM



Reporter:    /  @ 22:17:54  /  10 September 2016

    Print       Email
Petugas mengisi air bersih ke dalam tangki di Kudus. (MuriaNewsCom)

Sejumlah petugas sibuk mengisi air bersih ke dalam tangki di beberapa unit truk sebelum didistribusikan ke sejumlah wilayah di Kudus. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – PDAM Kudus mengantisipasi ancaman krisis air yang diperkirakan terjadi pada 2032. Di antaranya dengan membuat embung, resapan air, dan Waduk Logung.

Direktur PDAM Kabupaten Kudus Achmadi Safa, mengatakan pihaknya telah melakukan antisipasi krisis air semenjak sekarang. “Jika krisis air benar terjadi, maka PDAM mengandalkan sumber air permukaan yang dianggap mempunyai rentang pemulihan lebih pendek dibandingkan sumber air dalam,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Mengingat mengembalikan air bawah tanah tidak bisa singkat dilakukan. Setidaknya butuh waktu hingga ratusan tahun guna mengembalikan dan mengisi air bawah tanah. Hal itu belum lagi dengan adanya pergerakan tanah yang mengganggu pengisian air bawah tanah. Karena itulah, air permukaan dianggap lebih pas dan tepat.

Hingga saat sekarang, elevasi air pada sumur produksi yang dimilikinya masih relatif aman. Namun kedepan tidak ada yang menjamin. Sehingga persiapan harus dilakukan.

Antisipasi jangka pendek dilakukan dengan menambah pasokan air baku bersumber dari air bawah tanah, dari 400 liter per detik menjadi 480 meter per detik. “Mudah- mudahan masyarakat bisa berhemat air serta lebih banyak menanam pohon. Sebab dapat membantu menahan air agar tidak langsung habis,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →