Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Indi, Sosok Misterius di Balik Keberangkatan Haji Tukang Becak Asal Rembang



Reporter:    /  @ 15:47:20  /  10 September 2016

    Print       Email
Istikomah, anak bungsu dari Kasrin menunjukan foto ayahnya saat di pernikan kerabatnya. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Istikomah, anak bungsu dari Kasrin menunjukan foto ayahnya saat di pernikan kerabatnya. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Kasrin (60) seorang tukang becak asal Dukuh Gembul, Desa Sumberejo, Kecamatan Pamotan, Rembang, membuat masyarakat setempat dibikin heboh. Hal ini terkait keberangkatannya menunaikan ibadah haji.

Bukan mengenai profesinya sebagai tukang becak yang bisa tunaikan ibadah haji karena menabung puluhan tahun, namun, hal ini terkait peristiwa-peristiwa aneh yang muncul dari keberangkatan haji dari tukang becak tersebut.

Kasrin, disebut-sebut berangkat haji, namun tak pernah mendaftar di instansi terkait, dan tak pernah mengurus administrasi, baik dari desa setempat atau lainnya. Ketika berangkat juga belum memegang paspor dan visa, serta hanya membawa bekal tas kecil. Belum lagi kejadian-kejadian, yang katanya, Kasrin dalam waktu begitu cepat sudah berada Makkah, dan sempat pulang sebentar beberapa hari lalu membawa oleh-oleh teko khas Timur Tengah.

Dari peristiwa-peristiwa ganjil tersebut, disebut-sebut ada sosok Indi, yang merupakan penumpang becak langganan dari Kasrin. Indi disebut putra dari Elsa dan Sutikno, warga Lasem, atau yang bertempat tinggal di depan MTs Negeri Lasem.

Kasrin, ikut menunaikan ibadah haji juga disebut-sebut karena didaftarkan oleh keluarga Indi beberapa tahun sejak 2007 silam. Namun demikian, sosok Indi yang disebut-sebut Kasrin di hadapan keluarganya, hingga kini masih misterius.

“Sekitar sebulan sebelum berangkat haji, dari pihak keluarga, yaitu Pak Lek Rasmin mencoba mencari rumah Indi yang katanya berada di depan MTs Lasem. Namun, Pak Lek tidak menemukam nama Indi maupun keluarganya di sekitar sekolah tersebut. Bahkan warga juga tidak ada yang tahu,” ujar Istikomah, putri dari Kasrin dan Jumiati.

Menurut Istikomah, bapaknya sudah menjadi langganan Indi untuk antarjemput ke sekolah. Hal itu sudah dilakukan selama belasan tahun, yakni mulai Indi TK hingga SMA. Kasrin, katanya tidak mau menerima upah antarjemput dari Indi atau keluarganya selama belasan tahun itu.

Alasan tidak mau menerima upah tersebut, menurut Istikomah, karena bapaknya pernah bermimpi ditemui oleh Eyang Buyut Khasan sebanyak tiga kali. Kejadian itu sekitar 20 tahun silam. “Bapak bercerita, dalam mimpi itu, Eyang Buyung menyarankan agar bapak tidak menerima upah dari langganannya bernama Indi,” katanya.

Pada mimpi pertama, katanya, Kasrin diberitahu jika akan mendapatkan langganan becak dari dua anak kecil. Namun, untuk anak kecil yang satu tersebut, Kasrin tidak diperbolehkan untuk meminta bayaran. Ternyata mimpi itu tak hanya sekali. Satu pekan kemudian, Kasrin bermimpi hal yang sama.

Baca juga :Ini Semakin Aneh, Kasrin Tiba-tiba Muncul Bawa Oleh-oleh Teko Khas Timur Tengah

Bahkan, tak lama setelah itu, Kasrin juga bermimpi lagi ditemui eyang buyutnya. Pada mimpi yang ketiga ini, Kasrin diwanti-wanti, jika nanti ditawari upah dari keluarga Indi apakah mentah atau matang, Kasrin diminta menjawab untuk memilih yang matang saja supaya nantinya mendapatkan kemuliaan.

Setelah mimpi itu, ternyata, Kasrin benar mendapat langganan dari dua anak kecil untuk diantarjemput ke sekolah. Satunya yaitu Indi, warga Lasem. “Setelah antarjemput Indi dari sekolah, orang tua Indi yaitu Elsa dan Sutikno memberikan bayaran. Namun bayaran itu ditolak bapak. Kemudian, orang tua Indi juga berkata, “Bila Pak Kasrin tidak bersedia dibayar, maka akan makan apa nanti, ingin bayaran mentah atau matang?”.Oleh bapak dijawab yang matang saja,” tuturnya.

Menyikapi bapaknya yang saat ini katanya naik haji, pihak keluarga juga masih heran. 8 Bulan lalu, katanya, bapaknya sempat mengatakan jika akan berangkat haji.  “Ketika itu kami heran, lha haji daftar di mana, uang dari mana dan kapan berangkatnya,” ucapnya.

Menanggapi hal itu, bapaknya menyampaikan jika sudah didaftarkan oleh keluarga Indi pada 2007 lalu. Bahkan, bapaknya juga sempat menunjukkan surat berupa tulisan tangan dari keluarga Indi yang menyatakan jika Kasrin sudah didaftarkan.

Lebih lanjut Istikomah menyatakan, jika, sebelum bapaknya berangkat haji, keluarga juga sempat menemui beberapa orang pintar di Rembang, untuk menanyakan mengenai bapaknya yang akan naik haji. “Dari empat orang pintar yang kami temui, mengatakan jika bapak saya memang benar akan naik haji, tapi bersama jin,” ungkapnya.

Sementara itu, terkait kondisi ibunya, untuk saat ini baik-baik saja. “Dulunya Mak itu tidak makan, sedih. Sebab kepikiran hal itu. Namun setelah saya jelaskan bahwa orang haji itu harus diikhlaskan, orang haji itu didoakan maka akan bisa lancar. Maka kami pun menggelar doa terus, yang dihadiri tetangga,” imbuhnya.

Selain itu, pada saat Kasrin berangkat, pihak keluarga katanya, hanya memberikan uang saku kepada Kasrin sebesar Rp 2 juta untuk keperluan di Makkah. Dan Kamis kemarin, katanya, bapaknya menelepon dan memberi kabar jika di Makkah dalam kondisi sehat, dan akan berkurban di sana, serta nantinya akan pulang pada 27 September mendatang.

Baca juga : Kisah Ajaib Tukang Becak Asal Rembang yang Tunaikan Haji Tanpa Mendaftar

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →