Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Gas Elpiji  3 Kg Langka di Jepara



   /  @ 16:30:37  /  10 September 2016

    Print       Email
Pekerja menata tabung elpiji melon di salah satu sentra di Kabupaten Jepara, Sabtu. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Pekerja menata tabung elpiji melon di salah satu sentra di Kabupaten Jepara, Sabtu. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

MuriaNewsCom, Jepara – Menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha 2016 ini, sejumlah wilayah di Kabupaten Jepara terjadi kelangkaan gas elpiji 3 kilogram (kg). Itu seperti yang terjadi di wilayah Kecamatan Mlonggo dan Kecamatan Nalumsari.

Dari pantauan MuriaNewsCom, belasan pangkalan gas elpiji bersubsidi mengaku kehabisan stok. Seperti di beberapa pangkalan yang ada di Desa Daren, Kecamatan Nalumsari. Mereka beralasan belum mendapatkan suplai barang dari agen.

Bahkan sebagian pangkalan sengaja menutup toko atau pangkalan mereka dan diberi tulisan “Tutup/Stok Habis”. Pemandangan sejumlah warga yang mondar-mandir menaiki kendaraan roda dua sambil membawa tabung gas melon kosong gampang ditemui di wilayah perbatasan Kabupaten Jepara dengan Kabupaten Kudus tersebut.

Hanya ada segelintir pangkalan yang masih memiliki stok. Itu pun tidak semua orang bebas membelinya, lantaran pintu toko tidak dibuka penuh, dan hanya orang-orang yang kenal saja yang bisa membeli. Itu pun harganya jauh di atas harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Rata-rata harga satu tabung gas bersubsidi tersebut sekitar Rp 20 ribu.

“Kalau di sini harga gas elpiji 3 kilogram paling murah Rp 18 ribu, dan rata-rata Rp 20 ribu. Itu harga yang dijual di pangkalan, bukan di pengecer,” kata salah satu konsumen gas elpiji bersubsidi, Nur Hidayah kepada MuriaNewsCom, Sabtu (10/9/2016).

Kondisi serupa juga terjadi di Desa Jambu, Kecamatan Mlonggo. Salah satu konsumen gas elpiji bersubsidi di desa setempat, Susanto mengaku kesulitan mendapatkan gas elpiji 3 kg tersebut. Sudah beberapa pangkalan yang dikunjungi namun selama seharian penuh hanya mendapatkan satu tabung gas elpiji.

“Saya nyari dua tabung gas elpiji, tetapi selama seharian nyari hanya dapat satu. Itu pun jaraknya cukup jauh dari rumah, dan harganya jauh sekali dari HET,” kata Susanto kepada MuriaNewsCom.

Ia berharap agar pemerintah segera turun tangan mengatasi masalah kelangkaan dan harga yang tinggi pada gas elpiji 3 kg.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Jepara Dapat Jatah Rehab RTLH Dari Pemprov Sebanyak 568 Unit

Selengkapnya →