Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Disandera, 17 Nelayan dan 4 Perahu dari Rembang Dibebaskan dari Jepara



Reporter:    /  @ 15:00:01  /  10 September 2016

    Print       Email
Sejumlah nelayan melakukan mediasi pada Jumat (9/9/2016) sore di Balai Desa Ujung Watu, Donorojo, Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Sejumlah nelayan melakukan mediasi pada Jumat (9/9/2016) sore di Balai Desa Ujung Watu, Donorojo, Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

MuriaNewsCom, Jepara – Setelah melalui proses panjang, akhirnya sebanyak 17 orang nelayan Rembang beserta empat perahu yang digunakan akhirnya dibebaskan. Sebelumnya, nelayan Jepara menyandera mereka di Desa Ujung Watu, Donorojo, Jepara. Pembebasan tersebut dilakukan setelah digelar mediasi pada Jumat (9/9/2016) sore di Balai Desa Ujung Watu.

Peserta yang hadir dalam mediasi tersebut di antaranya, 50 nelayan Ujung Watu, lima orang perwakilan nelayan Rembang, Petinggi Desa Ujung Watu, Danramil dan Polsek Donorojo, Kamla TNI AL Jepara, Kasatpol Air Polres Jepara, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jepara dan perwakilan dari DKP Provinsi Jawa Tengah.

Beberapa kesepakatan dari pertemuan dan mediasi tersebut, kesepakatan kedua belah pihak yang dilakukan pada 11 Mei 2016 lalu tetap berlaku, yakni nelayan yang melakukan aktivitas penangkapan ikan di wilayah perairan Dea Ujung Watu dan sekitarnya harus menggunakan alat tangkap ikan yang sama dengan nelayan lokal Desa Ujung Watu yaitu berukuran 9 inch.

“Kesepakatan itu sudah dibuat pada 11 Mei 2016 lalu dan disaksikan oleh masing-masing instansi terkait baik dari Jepara maupun Rembang. Apabila nelayan Ujung Watu menemukan nelayan Rembang maupun lokal yang menggunakan alat tangkap ukuran 3 inch,  harus menghubungi Satpolair dan Kamla TNI AL untuk dilakukan penangkapan,” ujar Kasatpolair Polres Jepara AKP Hendrik Irawan, Sabtu (10/9/2016).

Menurutnya, penyelesaian secara menyeluruh terhadap permasalahan nelayan Rembang dan nelayan Desa Ujung Watu akan dilakukan di Kantor DPRD Provinsi Jateng Komisi B dengan menghadirkan Balai Penelitian Pengawasan Alat Tangkap Ikan (BPPAI),  DKP masing-masing kabupaten, nelayan kedua belah pihak dan seluruh pihak terkait untuk mengkaji alat tangkap ikan nelayan tersebut.

Usai mediasi tersebut, para nelayan Rembang diperbolehkan pulang dengan membawa perahu dan seluruh alat tangkap ikan yang diamankan oleh nelayan Ujung Watu dengan dilepas oleh perwakilan DKP Jateng,  DPK Jepara,  Kasat Pol Air,  Danramil dan Kapolsek Donorojo serta Kamla TNI AL Jepara,  disaksikan nelayan Ujung Watu.

Seperti diberitakan bahwa pada Kamis, (8/9/2016) sekitar pukul 15.00 nelayan Ujung Watu mengamankan telah 17 orang nelayan Rembang beserta 4 perahu,  jaring tangkap ikan,  dengan alasan nelayan Rembang melakukan penangkapan ikan menggunakan jaring ikan ukuran 3 inch dengan cara menarik jaring menggunakan 2 perahu,  hal tersebut melanggar kesepakatan bersama yang dibuat pada 11 Mei 2016.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →