Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Ini Semakin Aneh, Kasrin Tiba-tiba Muncul Bawa Oleh-oleh Teko Khas Timur Tengah



Reporter:    /  @ 13:36:19  /  10 September 2016

    Print       Email
Ansori (kanan), Kepala Desa Kalitengah yang sekaligus kerabat Kasrin saat menceritakan kronologi keberangkatan Kasrin menunaikan ibadah haji, yang menimbulkan keanehan-keanehan. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Ansori (kanan), Kepala Desa Kalitengah yang sekaligus kerabat Kasrin saat menceritakan kronologi keberangkatan Kasrin menunaikan ibadah haji, yang menimbulkan keanehan-keanehan. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Keberangkatan Kasrin (60), tukang becak asal Dukuh Gembul, Desa Sumberejo, Kecamatan Pamotan, Rembang, untuk menunaikan ibadah haji membuat warga sekitar heboh. Sebab, banyak cerita-cerita aneh di luar logika yang muncul di balik keberangkatan Kasrin menunaikan haji.

Ansori, Kepala Desa Kalitengah, Kecamatan Pancur, yang juga kerabat dari Kasrin menceritakan seputar peristiwa yang di luar nalar terkait keberangkatan haji yang dilakukan Kasrin.

Kepada MuriaNewsCom, Ansori menceritakan ketika dirinya ikut mengantar keberangkatan Kasrin. “Pada Selasa (23/08/2916) malam sekitar pukul 21.00 WIB, Pakde Kasrin berangkat dari rumah dan diantar keluarga serta tetangga. Saya ketika itu membawa mobol jenis Kijang, yang ditumpangi Pakde Kasrin, Jumiati (istri Kasrin) dan beberapa anaknya,” ujarnya.

Dia menuturkan, saat dalam perjalanan dirinya masih dibuat heran dan muncul dibenaknya pertanyaan-pertanyaan yang aneh. “Dalam batin, saya bertanya-tanya, apakah Pakde ini memang benar naik haji atau bukan. Saya masih pusing dalam kondisi itu. Sebab semua tidak masuk logika,” imbuhnya.

Sesampainya di Masjid Lasem,tempat berkumpulnya jemaah calon haji lainnya dari Rembang wilayah timur,  dirinya mengaku masih mendampingi Kasrin dengan membawakan tas ukuran kecil sambil menunggu jemaah lainnya berkumpul dan menunggu bus rombongan untuk menjemput.

“Nah saat itu, perut saya mules, dan akhirnya kerabat saya yang bernama Lutfi menggantikan saya untuk mendampingi Pakde Kasrin. Dan di situlah keanehan muncul. Sebab saat itu, Pakde Kasrin bilang ke Lutfi bahwa akan keluar masjid sebentar untuk membeli rokok. Namun setelah dibuntuti sejauh 10 meter, tiba tiba Pakde Kasrin tidak ada,” katanya.

Kejadian aneh lain, katanya, salah satu pengantar calon haji ada yang bilang, jika Kasrin berada di Selatan Masjid Lasem untuk berpamitan. Namun, ada salah satu pengantar calon haji yang lain mengatakan jika Kasrin sudah naik bus rombongan calon haji asal Sarang yang melaju kencang melewati Masjid Lasem. Orang itu mengaku melihat Kasrin duduk di belakang sopir sambil melambaikan.

Tak hanya itu, saat rombongan calon haji yang berkumpul di Masjid Lasem belum diberangkatkan, Kasrin disebut-sebut sudah sampai di Lapangan Rumbut Malang atau Gedung Haji Rembang dan siap menuju Asrama Haji Donohudan.

“Saat itu, sekitar pukul 23.00 WIB, jemaah calon haji kan belum diberangkatkan dari Masjid Jami’ Lasem, karena jadwalnya adalah pukul 01.30 WIB. Namun sekitar jam 12 malam atau tangah malam, Pakde Kasrin malah menelepon, katanya, sudah sampai Gedung Haji dan siap berangkat ke Solo,” sebutnya.

Selang beberapa saat kemudian, dirinya ditelepon kembali oleh Kasrin bahwa sudah naik pesawat terbang dan bersanding dengan empat calon haji lainnya. “Yang membuat saya bingung itu, dia menelepon saya saat sudah di pesawat. Padahal ketika di pesawat itu kan semua HP harus dimatikan. Namun dia malah nelepon saya. Tapi anehnya, di telepon itu juga terdengar suara pramugari menawarkan makanan dan memakaian sabuk pengaman. Pakde juga bilang bahwa dia berjejer dengan empat calon haji lainnya saat duduk di pesawat,” terangnya.

Setelah dua hari keberangkatn dari Asrama Haji Donohudan, dirinya juga ditelepon lagi oleh Kasrin. Bahwa Kasrin sudah sampai Makkah dan ingin pulang sebentar. Katanya, ada keluarganya yang menginginkan dia pulang sebentar.

Tak berapa lama, Kasrin menelepon dia kembali untuk menyuruh menunggu di Lasem. Tak berapa lama setelah ditunggu di pinggir jalan di Lasem, katanya, Kasrin datang dengan membawa kardus besar yang isinya teko, cangkir dan perabot rumah tangga khas timur tengah, yang biasa untuk oleh-oleh dari haji.

“Setelah memberikan oleh-oleh itu, Pakde langsung hilang begitu saja. Dan saya juga heran, mengapa kok nomor HP milik Pakde bisa dibuat nelepon saya yang ada di Indonesia. Padahal nomornya itukan kodenya masih Indonesia. Dan ketika menelepon kembali katanya, sudah ada di Makkah. Dan kemarin pun sempat bilang ke saya bahwa di rumahnya ada manaqiban. Entahlah, ini di luar nalar, wallahua’lam,” pungkasnya.

Baca juga : Kisah Ajaib Tukang Becak Asal Rembang yang Tunaikan Haji Tanpa Mendaftar

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Asyiknya Nge-Jazz Sambil Berkubang Lumpur

Selengkapnya →