Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Popularitas Kopi Tempur Makin Meningkat



Reporter:    /  @ 08:15:10  /  10 September 2016

    Print       Email
Saiful Anwar, salah satu petani sekaligus produsen kopi Tempur saat memamerkan kopinya, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Saiful Anwar, salah satu petani sekaligus produsen kopi Tempur saat memamerkan kopinya, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

MuriaNewsCom, Jepara – Popularitas kopi khas Jepara, yakni kopi Tempur kini kian meningkat. Pasalnya, kopi jenis robusta dari Desa Tempur, Kecamatan Keling ini sudah diburu banyak pecinta kopi dan kafe dari sejumlah kota, khususnya Jawa Tengah.

Hal itu seperti yang diakui oleh Saiful Anwar, salah satu petani sekaligus produsen kopi Tempur. Menurutnya,  selama dua tahun terakhir ini, kopi Tempur terus diburu para pecinta kopi dan kafe yang ada di Jepara, Kudus, Pati, Semarang, hingga Solo.

“Kekhasan kopi Tempur membuat banyak orang terutama pecinta kopi menyukainya. Pasarannya cukup bagus sejak dua tahun terakhir ini. Banyak orang asal luar daerah yang mencarinya,” kata Saiful, Jumat (9/9/2016).

Kopi Tempur yang saat ini ditanam di atas lahan seluas sekitar 450 hektare ini pasarannya cukup bagus meski masih sebatas dari satu per satu pembeli kalangan pecinta kopi. Soal harga, kopi Tempur masih cukup terjangkau dan sebanding dengan kualitas dan cita rasa yang dimiliki.

“Setelah disortir dan masih mentah saja harganya bisa mencapai Rp 45 ribuan. Untuk kopi bubuk tulen mampu dijual Rp 8.000/ 100 gram, kopi kapulaga Rp 8.000/100 gram, kopi fermentasi Rp 10.000/ 100 gram. Sedangkan kopi yang sudah disangrai per 300 gram harganya Rp 25 ribu dan kopi oce perkilo Rp 45.000,” paparnya.

Ia menyebut bangkitnya kopi Tempur ini membawa dampak positif terhadap kelestarian lingkungan. Mengingat kopi yang ditanam seluas 200 hektar di hutan lindung maupun hutan rakyat seluas 250 hektar membutuhkan lokasi yang teduh. Mau tidak mau para petani harus menjaga kelestarian hutan agar pohon-pohon tetap rimbun yang berdampak pada kualitas kopi saat dipanen.

Sementara itu, salah satu penikmat kopi Nur Kholid mengatakan, Kopi Tempur memiliki cita rasa yang khas. Sehingga setiap ada waktu ia rela berkunjung ke Desa Tempur untuk mendapatkan bubuk kopi robusta Desa Tempur untuk diracik di rumah.

“Saya selalu beli kopi Tempur terlebih jika ada pameran produk unggulan Jepara yang digelar di kota. Jika tidak ya kalau ada waktu luang harus rela jauh-jauh kesana,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →