Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Lelang Gagal, Pembuatan Gedung BLK Grobogan Ditunda Tahun Depan



Reporter:    /  @ 09:15:30  /  10 September 2016

    Print       Email
Ilustrasi

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Grobogan – Rencana yang disiapkan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Grobogan dengan membuat gedung baru yang lebih representatif untuk Balai Latihan Kerja (BLK) dipastikan tidak akan terwujud tahun ini. Kepastian itu disampaikan Kepala Dinsosnakertrans Grobogan Andung Sutiyoso.

Menurutnya, gagalnya pembangunan tahap awal BLK itu disebabkan tidak lancarnya proses lelang. Khususnya, untuk lelang konsultan pengawas pekerjaan. Rekanan yang mendaftar dinyatakan tidak memenuhi kriteria.

Dengan kondisi ini sebenarnya bisa dilakukan lelang ulang. Namun, mengingat waktunya sudah pertengahan September, maka upaya lelang ulang tidak bisa dilakukan. Soalnya, waktu yang tersisa untuk menyelesaikan pekerjaan nanti dinilai tidak mencukupi.

Selain konsultan pengawas, ada pula proses lelang untuk pelaksana pekerjaan. Untuk lelang pelaksana sebenarnya sudah ada empat rekanan yang mengajukan penawaran. Namun, penawar pekerjaan ini akhirnya tidak jadi dievaluasi lantaran ada kegagalan dalam lelang konsultas pengawasnya.

“Jadi, baik lelang pengawas dan pelaksana ini harus terlaksana kedua-duanya. Mengingat waktunya sudah mendekati akhir tahun, maka tidak mungkin kita lelang ulang. Terpaksa pekerjaan ini kita luncurkan lagi tahun depan,” kata Andung.

Dia menjelaskan, gedung baru nanti akan ditempatkan seluas 1.500 meter persegi di Jl Gajah Mada, depan Terminal Induk Purwodadi. Untuk tahap awal, akan dilakukan pemasangan tiang pancang, lantai serta atap.

“Jadi, pembuatan gedung tiga lantai nanti akan dilakukan bertahap. Tahap pertama baru bikin kerangka bangunan dulu. Yakni, pemasangan tiang pancang, lantai serta atap,” katanya.

Untuk pembuatan gedung tahap awal ini, pihaknya mendapat alokasi anggaran sekitar Rp 6 miliar. Anggaran ini bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCT) yang diterima Pemkab Grobogan.

Secara keseluruhan, pembangunan gedung BLK itu memerlukan dana hingga Rp 27 miliar. Biaya sebesar itu diperlukan agar gedung baru nanti bisa sesuai standar untuk BLK. Seperti perlu adanya tempat workshop yang lengkap dan memadai, sekretariat, aula dan mess.

Andung menambahkan, gedung BLK yang ada saat ini di Jl A Yani Purwodadi belum memenuhi standar. Hal ini menyebabkan, setiap penilaian yang dilakukan tidak pernah mendapat akreditasi.

“Gedung BLK yang kita miliki saat ini adalah bekas kantor. Jadi, belum memenuhi persyaratan. Makanya, kita berupaya supaya gedung baru nanti bisa lancar pembangunannya,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Jepara Dapat Jatah Rehab RTLH Dari Pemprov Sebanyak 568 Unit

Selengkapnya →