Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Bocah yang Jatuh dari Hypermart Kudus, Biaya Pengobatannya Ditanggung Manajemen



Reporter:    /  @ 20:00:05  /  9 September 2016

    Print       Email
Manajemen KEM dan anggota DPRD Kudus membesuk bocah yang jatuh dari mal KEM Hypermart Kudus, di RS Mardi Rahayu Kudus. (Istimewa)

Manajemen KEM dan anggota DPRD Kudus membesuk bocah yang jatuh dari mal KEM Hypermart Kudus, di RS Mardi Rahayu Kudus. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Kudus – Masih ingat dengan Harum Duta Rofiah Farih (2), balita yang terjatuh dari lantai II Kudus Extention Mall (KEM).  Manajemen mal itu siap membantu pengobatan bocah tersebut.

General Affairs KEM, Oktora Kurnia saat membesuk Harum mengatakan, pihaknya telah melakukan tindakan untuk mengantisipasi kejadian yang menimpa Harum tidak terulang lagi. ”Saat ini kami sudah menutup semua celah-celah yang ada di KEM, yang bisa berpotensi menimbulkan kecelakaan seperti yang terjadi pada Harum,” kata Okto.

KEM juga menyatakan komitmennya untuk mensuport pengobatan Harum. Setiap hari, perwakilan manajemen ada yang bertugas untuk ikut menemani keluarga korban. Kondisi bocah asal Desa Jekulo, Kecamatan Jekulo tersebut kini kondisinya berangsur-angsur membaik. Kondisi Harum sebelumnya parah karena mengalami gegar otak berat.

Lima hari dirawat, kondisinya sudah semakin membaik. Selain sudah sadar, sejumlah penggumpalan darah yang ada otaknya juga sudah hilang. Tak hanya itu, tulang kakinya yang patah ternyata juga sudah membaik dengan sendirinya. “Saya sangat bersyukur sekali,” kata Basuki, ayah Harum, saat menunggui anaknya di ruang perawatan RS mardi Rahayu, Jumat (9/9/2016).

Sedangkan Ketua Komisi B DPRD Kudus, Muhtamat mengatakan kejadian terjatuhnya balita dari lantai II KEM ini, diharapkan bisa menjadi pelajaran bagi semua pengelola mal di Kudus. ”Semua pengelola mal harus mengecek lagi standar keselamatan yang ada di gedungnya,” kata Muhtamat.

Selain itu, menurut Muhtamat, pihaknya juga mendesak pemkab Kudus segera mengeluarkan juklak dan juknis penerbitan Sertifikasi Layak Fungsi (SLF) terhadap bangunan dan gedung yang ada di Kudus. Menurutnya, syarat SLF tersebut sudah diatur dalam Perda Bangunan.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Tak Lengkapi Berkas, Nasib 2 Parpol Sebagai Peserta Pemilu Tunggu Keputuasan KPU Pusat

Selengkapnya →