Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Puluhan Santri di Soditan Rembang Kunjungi Tokoh Agama



Reporter:    /  @ 10:08:09  /  9 September 2016

    Print       Email
Puluhan santri mengikuti kegiatan Sedino Nyantri  dengan berkunjung ke kediaman para tokoh agama yang ada di Desa Soditan, Kecamatan Lasem, Rembang, Jumat (09/09/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Puluhan santri mengikuti kegiatan Sedino Nyantri dengan berkunjung ke kediaman para tokoh agama yang ada di Desa Soditan, Kecamatan Lasem, Rembang, Jumat (09/09/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Sedikitnya ada 50 santri dari pondok pesantren yang ada di Desa Soditan, Kecamatan Lasem, melakukan kunjungan ke tokoh agama atau ulama setempat, Jumat (09/09/2016) pagi.

Acara tersebut merupakan serangkaian dari kegiatan Srawung Sedulur Soditan. Di mana, kegiatan itu merupakan salah satu cara untuk mengingatkan kembali kegiatan di tempo dulu.

Koordinator Srawung Sedulur Soditan Galih Pandu Adi mengatakan, berkunjung ke tempat ulama tersebut mengingatkan pada zaman dahulu.”Yakni, biasanya para santri sering berkunjung kepada guru atau tokoh ulama, bahkan masyarakat, guna menjalin tali silaturrahmi,” ujar Pandu.

Dia menilai, kunjungan ini bisa sebagai symbol, bahwa para santri itu merupakan satu kesatuan dari sebuah keakraban. Kunjungan ke berbagai ke tokoh ulama ini, katanya mengambil tema “Sedino Nyantri” atau Sehari Nyantri.

Dari pantauan MuriaNewsCom, dalam kunjungannya tersebut, puluham santri menyambangi tiga tokoh ulama yang ada di Desa Soditan, Lasem. Di antaranya ialah Azizah Ma’shum yang merupakan putri dari Alm. Ma’shum Ahmad, salah satu pendiri organisasi NU dan juga pengasuh Pondok Pesantren Al Hidayat Soditan. Kedua yakni  Gus Niam, Pengasuh Pondok Pesantren Attaslim Soditan, dan yang terakhir yakni Gus Ahmad, Pengasuh Pondok Pesantren Al Islah.

“Dalam kunjungan ini, secara tidak langsung bisa mendekatkan santri dengan tokoh agama. Selain itu, kita juga bisa menimba ilmu dari para ulama dan terlebih bisa mendapatkan barokah dan doa dari tokoh-tokoh tersebut,” ucapnya.

Diketahui, dalam kegiatan Sedino Nyantri ini, juga diikuti oleh santri atau warga yang berasal dari luar desa. Sehingga keakraban para santri bisa tercipta. “Dalam sedino nyantri ini juga ada yang berasal dari luar Soditan. Selain itu, kita akan selalu mengedepankan persatuan santri lewat kegiatan silaturahmi seperti ini,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Jepara Dapat Jatah Rehab RTLH Dari Pemprov Sebanyak 568 Unit

Selengkapnya →