Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Rekonstruksi Pembunuhan Juragan Emas di Kaliori Tak Dihadiri Keluarga Korban, Ini Alasannya



Reporter:    /  @ 18:00:20  /  8 September 2016

    Print       Email
Tersangka memeragakan adegan penyekapan terhadap istri korban pada saat rekonstruksi di rumah korban Desa Maguan, Kamis (08/09/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Tersangka memeragakan adegan penyekapan terhadap istri korban pada saat rekonstruksi di rumah korban Desa Maguan, Kamis (08/09/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Polres Rembang menggelar rekontruksi kasus perampokan dan pembunuhan terhadap Sarno, juragan emas asal Dukuh Sawahan RT 01 RW 03, Desa Maguan, Kecamatan Kaliori, Kamis (08/09/2016) siang.

Namun demikian, tak tampak keluarga besar korban yang menghadiri rekontruksi tersebut. Di situ hanya tampak sepupu korban, yakni Bambang Rubiyanto. Menurut Bambang, keluarga tak tega melihat adegan rekontruksi itu.

Bambang mengutarakan, pihaknya sangat mengapresiasi kinerja yang bisa mengungkap siapa pelaku perampokan dan pembunuhan itu.”Tentunya saya mengapresiasi dengan pengungkapan ini dan mereka juga bisa terangkap. Terlebih ada yang tertembak di kakinya,” kata Bambang.

Dari pantauan MuriaNewsCom, pria yang berdomisili di Desa Kalimulyo, Jakenan Pati itu melihat dan mengikuti setiap adegan tersangka yang diperagakan. “Untuk kasus ini saya serahkan dan percayakan kepada polisi saja. Dan saya minta supaya pelaku bisa dihukum secara maksimal dengan aturan yang ada,” harapnya.

Sementara itu, saat disinggung mengenai kejadian tersebut, dirinya menuturkan bahwa ketika itu yang mendiami rumah hanya korban yakni Sarno dan istrinya Damisih.

“Sebenarnya, sebelum kejadian perampokan ini, rumah ini didiami 4 orang. Yakni Sarno, Damisih, Fikroh (anak perempuan kedua) dan Suami Fikroh. Namun saat ada kejadian itu, Fikroh beserta suaminya ada urusan di luar. Mungkin karena sepi dan hanya tinggal dua orang inilah yang menjadi kesempatan para perampok itu masuk ke rumah,” terangnya.

Dia menambahkan, untuk sementara ini, Damisih (istri korban) tinggal di wilayah Kuniran. Sebab rumah ini masih diperlukan oleh polisi untuk mengembangkan kasus tersebut.”Mudah-mudahan ini bisa lancar, dan terungkap semuanya kasus ini,” harapnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →