Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Nelayan Karimunjawa Dukung Larangan Jaring Cantrang Menteri Susi



Reporter:    /  @ 18:30:20  /  8 September 2016

    Print       Email
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti di Karimunjawa, pada Selasa (6/9/2016). (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti di Karimunjawa, pada Selasa (6/9/2016). (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

MuriaNewsCom, Jepara – Mayoritas nelayan yang ada di Kepulauan Karimunjawa, Jepara menyatakan sepakat untuk menolak kehadiran jaring cantrang di wilayah perairan Karimunjawa, meskipun untuk perairan pantai utara Jawa mendapatkan dispensasi sampai tahun 2016 ini.

Dukungan ini muncul dalam temu Wicara antara Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pujiastuti dengan nelayan Karimunjawa setelah menteri memaparkan kerusakan ekosistem akibat jaring cantrang, dan penangkapan ikan dengan menggunakan apotas yang merusak terumbu karang. “Bila penangkapan model seperti ini terus dilakukan dapat dipastikan ikan dengan nilai ekonomis tinggi akan menghilang dari perairan Karimunjawa,” ujar Susi Pujiastuti di Karimunjawa pada Selasa (6/9/2016), melalui rilis yang diterima MuriaNewsCom, Kamis (8/9/2016).

Di samping itu, jika terumbu karang Karimunjawa rusak, baik akibat penangkapan dengan apotas maupun akibat ulah para wisatawan, Karimunjawa akan tidak menarik. Sebab kekuatan utama Karimunjawa menurut menteri ini ada di bawah lautan.

“Karena itu saya sarankan agar nelayan dan masyarakat Karimunjawa membuat Siskamling Laut secara swadaya. Biayanya iuran bersama. Usir penangkapan ilegal di Karimunjawa demi masa depan kawasan ini. Tapi ingat jangan sampai main hakim sendiri,” kata Susi.

Dari tiga tokoh nelayan yang menyampaikan aspirasinya, seperti Musrokan, Sumarto, dan Abdul. Mereka meminta Menteri Kelautan dan Perikanan untuk menindak tegas jaring cantrang yang masih saja sering menjalankan aksinya di perairan Karimunjawa. Mereka juga sepakat untuk mengirimkan surat kepada Gubernur Jawa Tengah untuk melarang penggunaan jaring cantrang.

Di samping itu mereka juga meminta para pemandu perjalanan untuk benar benar mengamankan dan melestarikan terumbu karang yang ada diberbagai perairan Karimunjawa. “Berdasarkan pengamatan kami, banyak terumbu karang yang rusak karena diinjak oleh wisatawan,” ujar Abdul dari Desa Kemujan, Karimunjawa.

Sementara itu saat snorkling di seputar perairan pulau menjangan, Susi menyatakan kekagumannya pada perairan Karimunjawa. Ia meminta agar warga dan nelayan terus menjaga dan terus melestarikannya. “Keindahan bawah laut adalah masa depan Karimunjawa. Karena itu jangan rengut apa yang menjadi hak anak anak kita,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →