Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

2016, Kebakaran di Jepara Rata-rata Karena Kelalaian



Reporter:    /  @ 18:00:40  /  8 September 2016

    Print       Email
kebakaran-e

Kebakaran yang terjadi pada kapal pengangkut BBM di dermaga Kartini pada April 2016 lalu. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

MuriaNewsCom, Jepara – Sejak Januari hingga September 2016 ini, angka kasus kebakaran di Kabupaten Jepara mencapai 42 kasus yang ditangani pemadam kebakaran setempat. Dari banyaknya kasus tersebut ternyata banyak yang terjadi akibat kelalaian manusia (Human error).

“Kalau di Jepara tahun ini didominasi kasus kebakaran yang disebabkan kelalaian manusia. Terutama kebakaran yang terjadi pada oven pengering kayu. Seharusnya sudah diangkat tetapi karena lupa atau memang ditunda, akhirnya terjadi kebakaran,” kata Kasubag TU UPT Damkar Jepara, Titik Indriastuti kepada MuriaNewsCom, Kamis (8/9/2016).

Menurutnya, dengan 42 kasus yang terjadi sepanjang 2016 ini, kerugian yang dialami mencapai miliaran rupiah. Sebab, dalam satu kasus kebakaran oven pengering kayu misalnya, kerugian mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah.

“Seperti kejadian kebakaran terakhir pada 5 September 2016 lalu di Sekacer Desa Sinanggul, Kecamatan Mlonggo yang menimpa salah satu oven mebel yang menghanguskan kayu-kayu milik Kasmian menyebabkan kerugian hingga Rp 50 juta,” terangnya.

Lebih lanjut ia mengemukakan, dari 42 kejadian tersebut terbanyak menimpa oven mebel yang diakibatkan oleh kelalaian manusia sehingga oven meledak dan menyebabkan terjadinya kebakaran.

“Biasanya petugas ini membiarkan oven menyala ketika mau pulang kerja. Akibatnya keesokan harinya tahu-tahu api sudah membakar gedung oven dan kayu yang ada di dalamnya. Dan ini sering terjadi. Kalau korsleting listrik ada tapi jarang terjadi,” ungkapnya.

Ia berharap tahun ini kejadian kebakaran di Jepara bisa berkurang dan kesadaran masyarakat dalam mengantisipasi terjadinya kebakaran bisa ditingkatnya. Terlebih pada para pekerja mebel yang ada di Jepara.

Mengingat dari data yang dicatat pada tahun 2014, kebakaran yang terjadi di Jepara sebanyak 83 kasus dengan kerugian mencapai Rp 6 miliar. Sedangkan pada 2015 kerugian pada tahun 2015 meningkat hingga Rp 19 miliar dengan kasus kejadian sebanyak 101 kasus.

Ia memperkirakan jika melihat kemarau panjang yang terjadi di Jepara selama 2016 ini potensi terjadinya kebakaran cukup tinggi. Baik terjadinya kebakaran di permukiman maupun kejadian kebakaran lahan.

“Kalau permukiman kita petakan saat ini yang rawan terjadi kebakaran ada di Kecamatan Batealit. Karena di sana banyak oven mebel. Sehingga kami harapkan para pekerja bagian oven ini bisa lebih disiplin dalam mengoperasikan ovennya,” tandasnya.

Mengingat saat ini, imbuhnya, pemadam kebarakan Jepara personelnya masih terbatas dan jumlah armadanya hanya berjumlah delapan unit yang terdiri dari empat mobil pompa, tiga mobil penyuplai air dan satu unit mobil derek.

“Kendala kami saat ini memang pada jumlah personel. Mengingat luasan Jepara yang cukup besar sementara tenaga kami hanya berjumlah sebanyak 28 orang. Sehingga kami berharap semua pihak bisa mengamankan lingkungannya,”imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →