Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Srawung Sedulur Soditan, Cara Warga Kenalkan Ragam Budaya di Desa Soditan



Reporter:    /  @ 10:30:02  /  8 September 2016

    Print       Email
Kartono, Dalang Wayang Gagrak Pesisiran. Kartono, nanti malam bakal tampil pada event Srawung Sedulur Soditan di Desa Soditan. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Kartono, Dalang Wayang Gagrak Pesisiran. Kartono, nanti malam bakal tampil pada event Srawung Sedulur Soditan di Desa Soditan. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Warga Desa Soditan, Kecamatan Lasem, Rembang, menggelar event seni, religi dan wisata yang bertajuk “Srawung Sedulur Soditan”. Event ini berlangsung selama tiga hari, yakni 8-10 September 2016.

Beragam budaya dan kesenian yang terdapat di Desa Soditan diperkenalkan pada event ini. Pada kesempatan ini, juga akan ditampilkan kembali pertunjukan Wayang Gagrag Pesisiran Lasem yang sudah hampir 30 tahun terakhir tidak dimainkan.

Koordinator Srawung Sedulur Soditan Galih Pandu Adi mengatakan, event swadaya masyarakat itu dimaksudkan‎ untuk mengenalkan Desa Soditan kepada masyarakat luas. “Terlebih Desa Soditan merupakan salah satu desa tertua yang pernah menjadi pusat Pemerintahan Kadipaten Lasem,” katanya.

Selain itu, di desa utara jalur pantura ini, juga memiliki pesantren, wihara dan klenteng yang tertua di Lasem. “Jejaknya terlihat jelas di Jalan Gambiran. Klenteng, vihara, gereja dan pondok-pondok pesantren hidup rukun berdampingan selama ratusan tahun,” terangnya.

Selain bangunan, di Desa Soditan juga memunculkan banyak seni dan budaya hasil akulturasi natural berbagai etnis. “Banyak tradisi pesantren seperti burdahan hingga liwetan (makan bersama ala santri) yang membudaya di pesantren Soditan. Juga ada kesenian Laesan asli Jumput Soditan‎,” jelas penyair Teater Lingkar Semarang kelahiran asli Soditan itu.

Dia menambahkan di Srawung Sedulur Soditan, pengunjung akan diajak keliling Soditan dan mengenal tradisi dan kehidupan di Soditan.”Pada Kamis malam, pengunjung dan warga akan dihibur dengan penampilan Wayang Gagrag Pesisiran Lasem yang dimainkan dalang Ki Kartono. Jumat pagi hingga malam, pengunjung akan diajak silaturahmi dan mengenal tradisi pesantren,” imbuhnya.

Sementara itu, pada Jumat malam, tak kurang 500 santri akan menggelar tradisi burdahan dan liwetan atau makan bersama di sepanjang Jalan Gambiran. Sedangkan untuk Sabtu pagi, pengunjung akan diajak untuk belajar membatik, membuat leletan kopi dan menikmati panggung seni di Rumah Kapiten Cina.

“Sudah tak kurang 40 an wisatawan dari Jogja, Jakarta, Malang dan Semarang yang reservasi. Kami di event ini menyediakan homestay bagi pengunjung‎ luar kota itu,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Taman Bajomulyo Juwana Dikembangkan Jadi Objek Wisata

Selengkapnya →