Loading...
You are here:  Home  >  Ekonomi  >  Artikel ini

KPP Pratama Jepara Sosialisasikan Amnesti Pajak ke Pejabat



   /  @ 19:30:22  /  7 September 2016

    Print       Email
Kepala KPP Pratama Jepara Endaryono menjelaskan mengenai amnesti pajak kepada pejabat di Kabupaten Jepara, Rabu (7/9/2016). (MuriaNewsCom/ Wahyu KZ)

Kepala KPP Pratama Jepara Endaryono menjelaskan mengenai amnesti pajak kepada pejabat di Kabupaten Jepara, Rabu (7/9/2016). (MuriaNewsCom/ Wahyu KZ)

MuriaNewsCom, Jepara – Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Jepara menggelar sosialisasi Amnesti Pajak kepada pejabat, baik yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pemimpin Daerah (Forkopinda), pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) maupun pimpinan instansi lainnya di Pendapa Kabupaten Jepara, Rabu (7/9/2016). Kegiatan tersebut dikemas dalam agenda Update Tax Amnesty.

Kepala KPP Pratama Jepara Endaryono menjelaskan, pihaknya menggelar agenda tersebut untuk memberikan pemahaman yang utuh mengenai amnesti pajak kepada pejabat dan pimpinan instansi di Kabupaten Jepara. Itu dilakukan agar semua unsur dan elemen paham betul mengenai program pemerintah yang bertujuan untuk pembangunan nasional tersebut.

“Saya berharap keresahan dan kegelisahan terkait kegiatan tax amnesty ini bisa terjawab dengan lega. Kami merasa perlu mendapatkan dukungan terutama unsur pemerintah tingkat kabupaten untuk melancarkan pelaksanaan program tax amnesty ini,” ujar Endaryono saat memberikan sambutan awal dalam kegiatan tersebut.

Endaryono mengakui belakangan ini banyak bergulir rumor bernada amnesti pajak salah sasaran, mengejar masyarakat kecil, dan lain sebagainya. Maka pihaknya merasa penting untuk memberikan paparan yang jelas tentang amnesti pajak. “Selain persoalan tersebut yang harus terjawab, juga kami sampaikan begaimana latar belakang dan pentingnya amnesti pajak ini bagi pembangunan bangsa,” katanya.

Menurutnya, kondisi ekonomi negara saat ini cukup memprihatinkan. Kementerian Keuangan sampai memangkas anggaran. Pertama, anggaran dipangkas sebesar Rp 133 triliun, dan kemarin juga dilakukan penghematan sebesar Rp 137 T, berupa penghematan anggaran dan penundaan Dana Alokasi Umum (DAU). “Itu terjadi karena penerimaan pajak berjalan stagnan. Sedangkan pertumbuhan ekonomi global sudah sangat melambat dan dampaknya ke negara kita. Sekarang negara butuh dana dari pajak,” tandasnya.

Lebih lanjut ia mengemukakan, muncul Undang-Undang tentang Amnesti Pajak, nomor 11 tahun 2016 yang hanya sedikit sekali itu dijelaskan bahwa amnesti pajak untuk semua warga Indonesia, yang sudah memenuhi persyaratan baik secara subjektif maun objektif. “Yang memenuhi persyaratan berupa penghasilan yang di atas Rp 4,5 juta. Tapi perlu diketahui bahwa penghasilan tidak hanya gaji saja tetapi semua tambahan kemampuan ekonomis. Misal saya punya gaji 30 juta, istri buka kos-kosan, dan yang lain itu masuk penghasilan kita,” terangnya.

Ia menambahkan, sampai saat ini masih banyak di antara kita, khususnya warga Jepara yang memenuhi persyaratan untuk membayar pajak termasuk pula memenuhi persyaratan mengikuti amnesti pajak, tetapi tidak mendaftarkan diri. “Yang sudah punya NPWP dan gaji dipotong oleh bendahara. Masih punya hak ikut amnesti jika masih punya sumber penghasilan lain dalam bentuk usaha maupun yang lainnya,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Jepara Sholih mengatakan, sektor pajak di negara Indonesia memang sangat penting karena mayoritas pendapatan Negara dari sektor tersebut. Program amnesti pajak juga tidak kalah penting, untuk memperbaiki pendapatan negara.

“Saking pentingnya, sampai-sampai pak Presiden sendiri secara langsung melakukan sosialisasi amnesti pajak. Kebetulan kami juga mengikuti saat sosialisasi di Semarang beberapa waktu lalu,” kata Sholih.

Ia berharap agar semua wajib pajak yang berkewajiban atau berhak mengikuti amnesti pajak segera melakukan pendaftaran, atau jika belum paham mengenai program amnesti pajak dapat segera dikonsultasikan.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Asyiknya Nge-Jazz Sambil Berkubang Lumpur

Selengkapnya →