Loading...
You are here:  Home  >  Olahraga  >  Artikel ini

Kisah Sujati, Tekuni Olahraga Panjat Tebing Karena Kebiasaan Memanjat Pohon Kelapa



Reporter:    /  @ 21:01:33  /  7 September 2016

    Print       Email
Sujati, warga Sumber Gayam, Kragan yang merupakan mantan atlet panjat tebing. Kini dirinya bekerja sebagai satpam di SMAN 1 Kragan. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Sujati, warga Sumber Gayam, Kragan yang merupakan mantan atlet panjat tebing. Kini dirinya bekerja sebagai satpam di SMAN 1 Kragan. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Salah satu putra daerah asal Rembang ternyata pernah menorehkan prestasi yang cukup membanggakan dalam bidang olahraga panjat tebing. Adalah Sujati (30) warga Sumber Gayam, Kecamatan Kragan, Rembang.

Lelaki yang kini berprofesi sebagai security di SMAN 1 Rembang ini, pernah menjadi salah satu wakil Indonesia dalam kompetisi panjat tebing tingkat Asia, yang diselenggarakan di Yogyakarta pada tahun 2009 lalu.

“Ketika itu, saya mendapatkan peringkat harapan II. Untuk atlet Indonesia, ketika itu ada tiga orang termasuk saya, yang ketika pada pertandingan tingkat nasional sebelumnya di Cijantung pada 2009, merupakan peraih juara I, peringkat II dan III,” katanya.

Sutaji sendiri mengaku, mulai menekuni olahraga panjat tebing sejak kelas X SMA. Yang ketika itu, katanya, dirinya sering melakukan latihan di sekolah, dengan sarana yang sangat terbatas. “Saya latihan dulu secara ototidak,” imbuhnya.

Katanya, untuk latihan, dirinya sering menggunakan tembok sekolah untuk dipanjat. Tembok tersebut, menurutnya dikasih potongan kayu-kayu kecil yang berfungsi sebagai pijakan atau alat untuk membantu agar bisa memanjat hingga atas.

“Saya minta izin kepada pihak sekolah untuk meminjam tembok sebagai tempat latihan, dan ternyata pihak sekolah memberikan support yang bagus terhadap saya. Saya kemudian latihan secara rutin dengan media yang terbatas tersebut,” katanya.

Dirinya juga menyatakan, jika kecintaannya terhadap olahraga panjat tebing bermula karena kebiasaan dirinya yang disuruh orang tua untuk mengambil buah kelapa dengan cara memanjat pohonnnya. Karena itu, dirinya merasa tertarik dengan olahraga panjat tebing.

Ketekunan Sujati dalam latihan ternyata mengantarkan dirinya untuk menjadi atlet professional. Hal ini bermula ketika dirinya ikut dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) pada 2006, yang ketika itu berlangsung di Kudus. “Saat itu saya mendapat peringkat II. Jumlah pesertanya ada 30 orang,” ungkapnya.

Kemudian, dirinya juga pernah mewakili Kabupaten Batang untuk berkompetisi di tingkat nasional, yang berlangsung di Cijantung. Ketika itu dirinya mendapat peringkat II juga dan selanjutnya mewakili Indonesia di tingkat nasional.

“Di tingkat Asia, saya dapat peringkat harapan II. Dan setelah itu saya mengabdi di KONI Batang untuk membina atlet. Kemudian saya juga pernah bekerja di KONI Blora yang juga membina atlet di sana. Beberapa tahun lalu, saya kembali ke kampung halaman, dan saat ini sebagai security di SMAN 1 Kragan,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →