Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Peran KPAD Dinilai Masih Belum Maksimal



Reporter:    /  @ 19:45:00  /  7 September 2016

    Print       Email
Kabid Pemsosbud Bappeda Rembang, Sri Wahyuni  (depan mikropon) saat memberikan arahan di acara rapat KPAD di Aula Bappeda, Rabu (07/09/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Kabid Pemsosbud Bappeda Rembang, Sri Wahyuni (depan mikropon) saat memberikan arahan di acara rapat KPAD di Aula Bappeda, Rabu (07/09/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Keberadaan Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak dan Kelompok Perlindungan Anak Desa (KPAD) yang ada di Rembang dinilai masih belum berfungsi secara optimal. Untuk itu Pemkab Rembang akan mendorong keduanya agar lebih maksimal dalam menjalankan tugas dan fungsinya.

Kabid Pemsosbud Bappeda Rembang Sri Wahyuni mengatakan, berdasarkan hasil evaluasi menunjukkan jika keberadaan organisasi tersebut, sebagian masih perlu dimaksimalkan.

Dirinya mencontohkan, setelah evaluasi dan monitoring yang dilakukan oleh BPMPKB, ternyata penganggaran atau perencanaan dan monitoring di desa ramah anak untuk wilayah kecamatannya masing-masing belum dilaksanakan.

“Kecamatan sebenarnya bisa juga menganggarkan operasional untuk gugus tugasnya yang ada di kecamatan,” ujar Sri Wahyuni saat menghadiri acara sosialisasi Peraturan Bupati Nomor 28 Tahun 2016 tentang Rencana Aksi Daerah Kabupaten Layak Anak (RAD-KLA) tahun 2016-2020 di Aula Kantor BAPPEDA Rembang, Rabu (07/09/2016).

Terkait hal itu, pihaknya menargetkan, maksimal hingga tahun 2020 mendatang, KPAD di seluruh desa maupun kelurahan bisa menjalankan fungsinya secara maksimal . Sehingga desa ramah anak tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar menjadi desa ramah anak sungguhan.

Sedangkan untuk kegiatan sosialisasi Perbup tentang RAD KLA yang dihadiri beberapa SKPD dan Muspika, bertujuan untuk menekankan peran dari masing-masing SKPD pengampu perlindungan anak maupun kecamatan. Semua SKPD terkait ini harus menjadikan RAD masuk dalam perencanaan di masing-masing SKPD.

“Nanti kami dari BAPPEDA mencoba mengkoordinasi perencanaan ini dengan melihat perencanaannya setiap tahun yang akan dimulai tahun 2017 sampai 2020,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →