Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

3 Bakal Calon Petinggi di Jepara Gugur



   /  @ 20:00:13  /  7 September 2016

    Print       Email
Ilustrasi

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Jepara – Tiga bakal calon (balon) petinggi yang sudah mendaftar kepada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) dinyatakan gugur. Sebab sampai batas waktu yang ditentukan, mereka tidak bisa melengkapi persyaratan yang harus dipenuhi.

Tiga balon yang gugur itu di tiga desa, yaitu Desa Bumiharjo, Kecamatan Keling, Desa Wedelan, Kecamatan Bangsri, dan Desa Bringin, Kecamatan Batealit. Untuk Desa Bumiharjo sendiri, semula sudah ada lima pendaftar. Karena gugur, saat ini tinggal empat balon.

“Sementara di Desa Wedelan sementara ini tinggal dua balon. Sebelumnya ada tiga balon yang mendaftar pada panitia. Untuk Desa Bringin tinggal satu balon. Karena sebelumnya hanya ada dua balon. Sehingga, perlu dilakukan perpanjangan waktu pendaftaran karena belum memenuhi syarat minimal,” Kabag Pemerintaha pada Setda Jepara, Arwin Nor Isdiyanto kepada MuriaNewsCom, Rabu (7/9/2016).

Gugurnya satu balon di tiga desa itu karena beberapa alasan. Di Bumiharjo, balon atas nama Anton belum membayar uang jaminan hingga tiga hari setelah pendaftaran ditutup. Berdasarkan kesepakatan panitia besaran uang jaminan Rp 25 juta. Para balon sudah menyetorkan jaminan tersebut kecuali Anton.

“Semula besaran uang jaminan Rp 40 juta. Balon keberatan. Akhirnya, dilakukan rapat dengan pantia lalu diputuskan bahwa uang jaminan diturunkan dari Rp 40 juta menjadi 25 juta. Namun, setelah penurunan itu hanya empat balon yang menyetorkan uang jaminan, ” katanya.

Begitu pula dengan balon di Desa Wedelan. Balon yang sudah mendatar belum membayar uang jaminan. Sehingga, mereka digugurkan karena jaminan termasuk salah satu syarat wajib yang harus dipenuhi. Sementara di Desa Bringin, balon gugur karena ada kecacatan pada ijazah. Seharusnya ijazah dilegalisir di lembaga pendidikan yang mengeluarkan. Namun, untuk satu balon ini tidak dilegalisir di lembaga yang dimaksud.

“Dulu orangnya sekolah di Lampung. Tapi saat legalisir justru di Jepara. Pihak panitia masih memberikan waktu hingga batas akhir perlengkapan berkas yaitu Selasa (13/9/2016). Jika yang bersangkutan masih bisa maka kemungkinan bisa jadi calon. Jika tidak maka perlu dilakukan perpanjangan waktu untuk merekrut balon lain, ” ujar Arwin.

Arwin menerangkan, saat ini tahapan pilkades sampai proses penelitian berkas hingga Selasa (13/9/2016). Setelah itu dilanjut penilaian (scoring) untuk desa yang memiliki balon lebih dari lima. Seperti Desa Krapyak yang saat ini sudah mengantongi tujuh balon.

“Dari hasil scoring pantia, balon nomer lima dan enam nilainya sama. Sehingga peelu dilakukan tes di tingkat kabupaten. Tes akan dilakukan pada tanggal 19 September, ” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Asyiknya Nge-Jazz Sambil Berkubang Lumpur

Selengkapnya →