Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Antisipasi Hewan Kurban Penyakitan, Disnakkan Grobogan Lakukan Sidak



Reporter:    /  @ 12:34:30  /  7 September 2016

    Print       Email
Petugas dari Disnakkan Grobogan sedang memeriksa kondisi kesehatan hewan kurban di salah satu pos penjualan hewan kurban di Grobogan, Rabu (07/09/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Petugas dari Disnakkan Grobogan sedang memeriksa kondisi kesehatan hewan kurban di salah satu pos penjualan hewan kurban di Grobogan, Rabu (07/09/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Menjelang Hari Raya Idul Adha, pihak Dinas Pertanian dan Perikanan (Disnakkan) Grobogan menyatakan jika sejauh ini belum menemukan penyakit berbahaya pada hewan yang akan dijadikan kurban. Hal itu berdasarkan hasil pemeriksaan dan pengawasan hewan yang dilakukan di sejumlah pos penjualan hewan kurban dan pasar sapi.

“Sejauh ini, kondisi hewan yang dijual untuk kurban masih aman atau tidak ditemukan penyakit berbahaya seperti antrax atau penyakit lainnya. Menjelang Idul Adha, kami memang selalu menerjunkan tim khusus untuk memonitor hewan yang akan dipakai buat kurban,” jelas Kepala Disnakkan Grobogan Riyanto, saat melakukan pemeriksaan hewan kurban di pos penjualan samping Kantor Dinsosnakertrans, Rabu (07/09/2016).

Dia menjelaskan, pengawasan terhadap kondisi hewan keseluruhan sebenarnya sudah rutin dilakukan. Namun, menjelang Idul Adha seperti sekarang, pengawasan hewan kurban baik sapi, kerbau, domba maupun kambing lebih ditingkatkan. Khususnya, di tempat penjualan hewan kurban musiman yang biasanya berada di pinggiran jalan raya dan sekitar tempat pemukiman warga.

Menurut Riyanto, menjelang Idul Adha biasanya banyak hewan dari Grobogan khususnya sapi yang dikirim ke Jakarta untuk kepentingan kurban. Diharapkan, hewan kurban yang dikirim ke Jakarta, nantinya juga bebas dari penyakit menular. Untuk itu, sapi yang akan dijual ke Jakarta atau keluar dari Grobogan harus mengantongi surat sehat dari Disnakkan.

Dia menambahkan, dari catatan yang dimiliki, sebulan menjelang Idul Adha tahun ini, sapi asal Grobogan yang dikirim keluar daerah tercatat ada 2.600 ekor. Sebagian besar, sapi ini dikirim ke Jakarta dan sekitarnya. Sementara sebagian lagi, dikirim ke kota-kota lain di Jawa Tengah.

“Selama ini, Grobogan memang jadi penyuplai sapi potong yang cukup potensial. Hal ini tidak berlebihan karena populasi sapi kita hampir mencapai 200 ribu ekor atau terbesar kedua di Jateng setelah Blora.

Sementara itu, salah seorang penjual hewan kurban musiman Darmo mengaku cukup senang dengan adanya pemeriksaan yang dilakukan petugas tersebut. Sebab, dengan pemeriksaan itu dia juga ingin memastikan jika hewan yang dijualnya benar-benar terjamin kesehatannya.

“Adanya pemeriksaan ini saya merasa terbantu. Sebab, petugas juga memasang label sehat pada hewan yang sudah diperiksa. Dengan demikian, konsumen juga cukup senang karena hewan yang akan dibeli sudah terjamin kesehatannya,” katanya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →