Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Istri Pemilik KBIH Fadlu Robbi masih Ditahan di Filipina



Reporter:    /  @ 18:38:09  /  6 September 2016

    Print       Email
Pengendara melintas di depan kantor KBIH Fadlu Robbi Jepara, Selasa (6/92016). (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Pengendara melintas di depan kantor KBIH Fadlu Robbi Jepara, Selasa (6/92016). (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

MuriaNewsCom, Jepara – Dari belasan warga Jepara yang menjadi korban “haji” Filipina, masih ada satu orang yang belum dapat dipulangkan. Ia adalah Sugipah Zahro, yang tak lain merupakan istri dari pemilik Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Fadlu Robbi, Muhammad Soheh. Itu sebagaimana berita acara serah terima korban dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kepada Pemkab Jepara.

Sugipah Zahro diketahui sebagai salah satu dari sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang masih ditahan di Filipina. Sugipah jadi saksi dalam kasus tersebut. Karena, Sugipah menjadi salah satu yang menyambungkan antara para korban di Jepara dengan pihak yang menyalurkan ke biro perjalanan haji melalui Filipina.

“Masih ada satu warga Jepara yang belum dipulangkan karena masih menjadi saksi pada kasus itu,” ujar Kepala Bagian Kesra Setda Jepara Lukito Sudi Asmara kepada MuriaNewsCom.

Seperti diberitakan, beberapa korban “haji” Filipina membayar sebesar Rp 120 juta untuk bisa berangkat haji. Berdasarkan kuitansi yang masih disimpan beberapa pihak keluarga korban, biaya tersebut ditujukan ke KBIH Fadlu Robbi.

Dari pantauan MuriaNewsCom, kantor KBIH Fadlu Robbi yang juga sekaligus kediaman pemiliknya, termasuk Sugipah Zahro nampak sepi. Tidak hanya kios dan kantor KBIH yang tutup, namun juga satu kios yang biasa buka dan menyediakan peralatan ibadah haji serta busana muslim juga tertutup. Banner bertuliskan KBIH Fadlu Robbi di depan juga telah dicopot.

Tidak tampak aktivitas apapun dari bangunan yang ada di Desa Kuwasen, RT 2 RW 1, Jalan Jepara-Bangsri Km 3 Jepara tersebut. Para tetangga juga tidak mengaku pasti keadaan keluarga pemilik KBIH tersebut.

“Setahu saya anaknya (Ahmad Muhyiddin Soheh, red) sudah pulang. Tetapi yang ibu atau istrinya pak Soheh belum pulang,” ujar salah seorang tetangga, Dewi kepada MuriaNewsCom.

Menurut Dewi, selama ini keluarga pemilik KBIH tersebut jarang berinteraksi dengan tetangga sekitar. Hanya, ia mengakui jika keluarga tersebut merupakan orang yang cukup dikenal karena Soheh sendiri merupakan salah satu tokoh agama di desa setempat.

Joyo Persai, salah satu penjual sembako di dekat kantor KBIH Fadlu Robbi mengaku tidak mengetahui secara pasti masalah pemberangkatan jamaah calon haji melalui Filipina. Ia hanya mendengar dari omongan orang dan dari media mengenai kasus tersebut.

“Kalau ada kaitannya dengan KBIH ini, saya tidak tahu. Ya setahu saya KBIH ini memberangkatkan jamaah haji setiap tahun,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kuwasen, Mustoha mengatakan, selama ini keluarga Soheh cukup baik di mata masyarakat. Bahkan, karena Soheh menjadi salah satu tokoh agama, ketika diundang untuk mengikuti rapat kaitannya dengan pemerintah desa juga sering hadir.

“Tapi kalau urusan KBIH itu kami sendiri tidak mengetahui seluk-beluknya. Setahu kami ya memang beliau (Soheh) memiliki KBIH. Itu dibuat sudah lama, lebih dari 10 tahun,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →