Loading...
You are here:  Home  >  Info Muria  >  Artikel ini

Pebalap Asal Pati Alami Penganiyaan, Pelakunya Diduga Oknum Polisi



Reporter:    /  @ 18:22:51  /  6 September 2016

    Print       Email
 Kevin, pebalap asal Pati sedang dirawat di salah satu rumah sakit di Pati karena diduga dianiaya oknum polisi (MuriaNewsCom/Lismanto)


Kevin, pebalap asal Pati sedang dirawat di salah satu rumah sakit di Pati karena diduga dianiaya oknum polisi (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Seorang oknum polisi diduga melakukan penganiayaan kepada seorang pebalap dalam kejuaraan Road Race Championship 2016 yang digelar di Stadion Joyokusumo Pati, Minggu (04/09/2016).

Muhammad Rizki Kevin Dwiki Arighi (21), pebalap asal Desa Winong RT 5 RW IV, Kecamatan Pati yang menjadi korban dalam kasus dugaan penganiayaan tersebut enggan menyebut nama pelaku. Hanya saja, dia tahu, salah satu pelaku merupakan oknum polisi yang berdinas di luar daerah Pati. Katanya, oknum polisi tersebut acapkali hadir dalam sejumlah turnamen balap.

Kejadian bermula saat Kevin beristirahat di tengah-tengah permainan. Kevin berhasil meraih peringkat kedua dan akan bertarung pada pertandingan babak selanjutnya. Namun, dia didatangi tiga orang. Salah satunya, orang tua dan paman salah satu pebalap rivalnya.

Kevin mengaku didorong hingga jatuh. Tak hanya itu, bogem mentah juga dihadiahkan kepada Kevin, kemudian diinjak pada bagian perut. Ironisnya, tidak ada yang berani menolong dalam insiden penganiayaan tersebut.

“Ada saudara saya yang menemani. Tapi, hanya diam saja karena takut. Saya kemudian dilarikan ke rumah sakit. Semenjak peristiwa itu, saya selalu muntah ketika hendak makan. Beberapa kali, saya juga mengalami sesak napas,” ungkap Kevin, Selasa (06/09/2016).

Tak mau ambil risiko, Sriyati (48), ibunda Kevin langsung melaporkan tindak penganiayaan itu kepada polisi. Dia menyayangkan dengan aksi pengeroyokan yang dilakukan pebalap lainnya.

“Saya sudah laporkan ke Polres Pati. Anak saya mengaku, dia pernah senggolan dengan rivalnya itu dalam pertandingan. Tapi, senggolan dalam turnamen balap adalah hal biasa karena tidak disengaja. Saya berharap agar pelaku diproses dengan seadil-adilnya,” kata Sriyati.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Asyiknya Nge-Jazz Sambil Berkubang Lumpur

Selengkapnya →