Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Warga Rembang Mendadak ‘Demam’ E-KTP



Reporter:    /  @ 17:11:39  /  6 September 2016

    Print       Email
M. Daenuri, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dindukcapil) Rembang. Dalam tiga hari belakangan ini, terjadi peningkatan pembuatan E-KTP di Rembang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

M. Daenuri, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dindukcapil) Rembang. Dalam tiga hari belakangan ini, terjadi peningkatan pembuatan E-KTP di Rembang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Perintah Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo agar seluruh warga membuat KTP Elektronik (E-KTP) disambut beragam oleh warga. Menteri Tjahjo memberi tenggat waktu batas akhir pembuatan e-KTP hingga 30 September 2016. Data E-KTP, diperlukan untuk database agar dapat diakses, baik oleh perbankan, BPJS, dan lembaga pelayanan masyarakat lainnya.

Seruan Mendagri itu menimbulkan kehebohan di sejumlah  daerah. Banyak warga yang khawatir bila belum mengubah KTP lama menjadi E-KTP akan menemukan kesulitan dalam proses kependudukan. Imbasnya, warga pun beramai-ramai membuat E-KTP dalam waktu bersamaan.

Seperti yang terjadi di Rembang. Warga yang melakukan perekaman data E-KTP di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dindukcapil) Rembang, yang setiap harinya biasanya berkisar 250-300 orang, dalam tiga hari belakangan ini, meningkat seratus persen, yakni berkisar 500-600 orang per hari.

“Pada Kamis (01/09/2016) lalu, saya dari Jakarta untuk mengambil blanko E-KTP sebanyak 6 ribu lembar. Terhitung selama tiga hari, yakni Jumat, Sabtu dan Senin, blanko yang sudah terpakai sebanyak 2 ribuan. Ini artinya ada peningkatan setiap harinya,” ujar M. Daenuri, Kepala Dindukcapil Rembang, Selasa (06/09/2016).

Menurutnya, peningkatan jumlah pemohon itu tak lepas dari pengumuman pemerintah pusat bahwa, perekaman data pembuatan E-KTP harus bisa selesai paling lambat akhir September mendatang.”Meskipun pemerintah pusat tidak bisa memberikan blangko E-KTP sesuai dengan kebutuhan yang ada, namun nantinya di saat sisa 500 lembar, maka kita akan berangkat lagi ke Jakarta untuk mengambil blanko,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

bupati pati e

Baliho Bakal Calon Bupati Pati Terpasang di Pohon Pakai Paku di Kudus

Selengkapnya →